Asuransi ramai-ramai bayar klaim bencana di awal 2021



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa perusahaan asuransi yang memiliki polis kendaraan bermotor dan properti berikan klaim bencana ke pemegang polis yang terkena bencana. Hal ini terkait bencana di awal tahun seperti banjir yang terjadi di beberapa daerah.

Meskipun demikian, beberapa perusahaan asuransi menyebutkan bahwa klaim bencana yang diberikan pada tahun ini tidak lebih besar dibandingkan awal tahun 2020 yang juga terjadi banjir.

PT Asuransi Cakrawala Indonesia (ACPI) mencatatkan total klaim yang didapat hingga saat ini berada di kisaran Rp 3 miliar. Angka ini masih lebih rendah dibandingkan awal tahun 2020 yang mencapai Rp 20 miliar.


Wakil direktur utama PT Asuransi Cakrawala Indonesia Nicolaus Prawiro mengungkapkan ada sekitar enam klaim yang masuk hingga saat ini untuk yang mendapatkan perlindungan banjir.

"Sekitar lima mobil dan satu rumah," ungkap Nicolaus kepada Kontan.co.id, Sabtu (6/3).

Baca Juga: Asuransi Aswata bayar klaim bencana hingga Rp 50 miliar

Meskipun demikian, Nicolaus juga tidak menutup kemungkinan adanya penambahan jumlah klaim yang akan diajukan oleh pelanggan.

Selain ACPI, ada pula PT Asuransi Bintang Tbk  yang juga menerima klaim bencana. Sama dengan ACPI, jumlah klaim bencana yang dibayarkan perusahaan berkode saham ASBI ini mengalami penurunan.

Direktur Utama Asuransi Bintang HS Widodo menyebutkan adanya penurunan  klaim bencana tahun ini dibandingkan klaim bencana banjir yang terjadi di tahun 2020.

"(klaim) Mengalami penurunan terutama dari klaim kendaraan bermotor," ungkap Widodo.

Adapula PT Asuransi Astra Buana yang memberikan klaim bencana di awal tahun ini. Hanya saja, belum ada data final terkait total klaim yang diberikan oleh Asuransi Astra.

Senior Vice President Communication and Customer Service Management Asuransi Astra Laurentius Iwan Pranoto memperkirakan total klaim bencana di awal tahun 2021 tidak melebihi dengan yang terjadi di 2020.  Namun, Iwan bilang bahwa total klaim yang diberikan masih dalam proses pengumpulan data.

"Kami masih juga menunggu beberapa pelanggan untuk melakukan klaim," ujar Iwan.

Selanjutnya: Properti Akan Mendominasi Klaim Asuransi Banjir

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi