Asuransi Simas Insurtech kejar premi asuransi fintech Rp 20 miliar sampai akhir tahun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Simas Insurtech mengejar pendapatan premi dari fintech peer to peer (P2P) lending. Simas Insurtech memproyeksi dapat menghimpun pendapatan premi hingga Rp 20 miliar hingga akhir tahun.

Direktur Utama Asuransi Simas Insurtech Teguh Aria Djana menyatakan hingga saat ini sudah bekerja sama dengan 20 fintech peer to peer lending. Lewat kerja sama ini, kini Simas Insurtech sudah menghimpun pendapatan premi sebesar Rp 5 miliar.

“Upaya mencapai target dengan bekerja sama dengan lebih banyak fintech P2P lending. Kami juga sedang mereview lebih dari 40 fintech,” ujar Teguh kepada Kontan.co.id pada Rabu (17/7).


Ia optimis target ini akan tercapai lantaran pada paruh kedua 2019 ini, semakin banyak fintech peer to peer lending yang akan digandeng dan melakukan integrasi atau application programming interface (API).

Teguh bilang Simas Insurtech akan menjamin hingga 70-80% dari total pokok pinjaman. Adapun pinjaman yang akan dijamin memiliki berbagai macam jenis, mulai dari cicilan barang, cash loan, serta pinjaman bagi UKM dan merchant online.

"Pinjaman produktif dan konsumtif fintech lending, dua duanya ada risikonya, yang kita lihat proses screening calon peminjam yang ada di fintech. Juga besarnya jumlah transaksi dan kemudian prosedur collection mereka seperti apa," tutur Teguh.

Hingga saat ini, Teguh mengaku pendapatan premi Simas Insurtech mencapai Rp 48 miliar per Juni 2019. Ia mengaku nilai ini tumbuh lebih dari 100% yoy dari posisi yang sama tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .