Asuransi Syariah Masih Terbatas, Ini Penjelasan JMA Syariah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS) atau JMA Syariah menyampaikan tantangan yang menyebabkan penggunaan produk asuransi syariah masih terbatas.

Direktur Utama JMA Syariah Basuki Agus mengatakan, salah satu tantangan utama adalah masih terbatasnya literasi masyarakat mengenai manfaat dan perbedaan asuransi syariah dengan konvensional. 

"Selain itu, keterjangkauan kontribusi, kepercayaan masyarakat, serta kemudahan akses dan layanan juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan," ujarnya kepada Kontan, Jumat (16/10/2026).


Baca Juga: Penuhi Free Float 15%, OJK Buka Opsi Merger Bank

Oleh karena itu, Basuki menerangkan JMA Syariah terus mendorong edukasi, transparansi, dan inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan, serta memperluas pemahaman bahwa asuransi syariah merupakan bagian penting dari perencanaan keuangan dan perlindungan keluarga.

Terkait komposisi, Basuki menerangkan portofolio bisnis JMA Syariah saat ini didominasi produk asuransi pembiayaan dan asuransi kesehatan  yang secara keseluruhan memakan porsi hampir 90% terhadap total premi perusahaan. 

"Sementara itu, produk perlindungan individu berkontribusi sekitar 10%," ungkapnya.

Berdasarkan laporan keuangan di situs resmi, JMA Syariah mencatatkan kontribusi gabungan mencapai Rp 213,04 miliar per September 2026. Adapun klaim bruto perusahaan sebesar Rp 108,62 miliar. 

Total aset gabungan JMA Syariah mencapai Rp 404,85 miliar, sedangkan laba bersih tercatat sebesar 2,87 miliar per September 2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News