Asuransi Syariah Masih Tertekan, Kontribusi Agustus 2026 Capai Rp15,96 Triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja industri asuransi syariah masih menghadapi tekanan hingga Agustus 2026. Meski demikian, penurunan kontribusi tercatat jauh lebih kecil dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, kontribusi industri asuransi syariah pada Agustus 2026 mencapai Rp 15,96 triliun. Nilai tersebut masih berada di bawah realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 18,07 triliun.

"Pertumbuhan kontribusi asuransi syariah membaik dibandingkan bulan sebelumnya menjadi minus 0.12% year on year (YoY)," ujar Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB September 2026, Senin (5/10/2026).


Baca Juga: KB Bank Dorong Pemanfaatan AI untuk Percepat Transformasi Digital

Jika dibandingkan dengan Juli 2026, perbaikan kinerja kontribusi asuransi syariah terlihat cukup signifikan. Pada Juli 2026, kontribusi industri asuransi syariah tercatat turun 12,67% secara tahunan.

Sementara itu, pada Agustus 2026, kontraksi kontribusi berhasil ditekan menjadi hanya 0,12% YoY. Dengan demikian, meskipun masih mencatatkan pertumbuhan negatif secara tahunan, kinerja industri asuransi syariah menunjukkan perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Secara bulanan, kontribusi industri asuransi syariah juga menunjukkan pertumbuhan positif. Pada Juli 2026, kontribusi tercatat sebesar Rp 14,19 triliun.

Nilai tersebut kemudian meningkat menjadi Rp 15,96 triliun pada Agustus 2026. Artinya, terdapat kenaikan kontribusi sekitar Rp 1,77 triliun dalam periode satu bulan.

Di sisi lain, kinerja aset industri asuransi syariah masih mencatatkan pertumbuhan positif. Pada Agustus 2026, aset industri asuransi jiwa syariah mencapai Rp 38,80 triliun.

Baca Juga: Kredit Berisiko Perbankan Melandai Seiring Terbatasnya Penyaluran ke Sektor High-Risk

Jumlah tersebut meningkat 9,60% dibandingkan dengan posisi Agustus 2025 yang sebesar Rp 35,40 triliun.

Pertumbuhan aset juga terjadi pada segmen asuransi umum syariah. Pada Agustus 2026, nilai aset segmen tersebut mencapai Rp 10,70 triliun.

Nilai itu tumbuh 7,86% secara tahunan dibandingkan dengan aset pada Agustus 2025 yang tercatat sebesar Rp 9,92 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News