Asuransi Takaful Keluarga Andalkan Edukasi untuk Dongkrak Minat Asuransi Syariah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keterbatasan variasi produk masih menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan industri asuransi syariah di Indonesia.

Untuk memperluas pasar, pelaku industri menilai edukasi masyarakat mengenai karakteristik asuransi syariah perlu diperkuat, terutama terkait mekanisme tolong-menolong melalui dana tabarru.

Baca Juga: IHSG Anjlok, Asuransi Umum Bisa Lirik SBN untuk Jaga Portofolio Investasi


Dalam peta jalan pengembangan dan penguatan perasuransian Indonesia 2023–2027, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti variasi produk sebagai salah satu tantangan bagi industri asuransi syariah.

Keterbatasan tersebut dinilai dapat memengaruhi daya tarik produk syariah di tengah pilihan produk asuransi konvensional yang lebih beragam.

Direktur Utama PT Asuransi Takaful Keluarga Yurivanno Gani mengatakan, produk asuransi syariah pada dasarnya memiliki kemiripan dengan produk konvensional karena sama-sama bertujuan memberikan perlindungan kepada nasabah.

Namun, terdapat karakteristik mendasar yang membedakan keduanya, yakni prinsip tolong-menolong melalui dana tabarru.

“Masyarakat perlu lebih mendapatkan edukasi bahwa asuransi syariah merupakan asuransi dengan karakteristik tolong-menolong,” ungkap Yurivanno kepada Kontan, Jumat (16/10/2026).

Baca Juga: Minat Menabung Meningkat, Bank Pacu Penghimpunan Dana Murah

Ia menjelaskan, dana tabarru dikumpulkan dari peserta untuk membantu peserta lain yang mengalami musibah sesuai ketentuan polis dan prinsip syariah.

Dengan mekanisme tersebut, risiko ditanggung bersama melalui dana yang disiapkan untuk memberikan perlindungan ketika peserta membutuhkan.

“Kalau asuransi syariah dana dikumpulkan terlebih dahulu untuk berjaga-jaga apabila terjadi musibah,” tuturnya.

Dari sisi bisnis, Yurivanno mengungkapkan bahwa produk term life yang dipasarkan melalui kanal distribusi bancassurance menjadi kontributor utama premi perusahaan.

Produk asuransi jiwa berjangka ini memberikan perlindungan selama periode tertentu sesuai ketentuan polis.

Baca Juga: OJK Buka Opsi Merger Bank untuk Penuhi Free Float 15%

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan melalui situs resmi perusahaan, Asuransi Takaful Keluarga mencatatkan kontribusi gabungan sebesar Rp 430,93 miliar per September 2026. Pada periode yang sama, klaim bruto perusahaan tercatat sebesar Rp 210,69 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News