Asuransi Takaful Keluarga Nilai Ketidakpastian Ekonomi Berpotensi Tingkatkan Klaim



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan Asuransi Jiwa Syariah, PT Asuransi Takaful Keluarga, menilai adanya kondisi ketidakpastian ekonomi berpotensi meningkatkan angka klaim ke depannya. 

Direktur Utama PT Asuransi Takaful Keluarga, Yurivanno Gani, menerangkan untuk asuransi jiwa dikenal ada dua jenis utama klaim. Pertama adalah klaim risiko yang berhubungan dengan klaim kesehatan, jiwa, maupun kecelakaan.

Kedua adalah klaim nonrisiko atau penarikan dana atau tabungan nasabah di asuransi. 


Lebih lanjut, Yurivanno menyebut jenis klaim nonrisiko itu yang paling mungkin terdampak dari kondisi ketidakpastian ekonomi. 

Baca Juga: Frekuensi Klaim Meningkat, Klaim Jasindo Tembus Rp 407,14 Miliar di Kuartal I-2026

"Sebab, dengan adanya ketidakpastian ekonomi yang berdampak ke perlambatan ekonomi, dapat menyebabkan pengurangan karyawan atau kenaikan harga bahan pokok. Dengan demikian, bisa menyebabkan meningkatnya biaya hidup masyarakat, sedangkan tidak diimbangi oleh kenaikan pendapatan," ungkapnya kepada Kontan, Senin (4/5/2026).

Ke depannya, Yurivanno menerangkan pihaknya akan mewaspadai sejumlah faktor yang bisa meningkatkan angka klaim.

Dia bilang faktornya, yakni kestabilan ekonomi, serta politik global maupun nasional yang tentunya bisa berdampak langsung kepada kemampuan keuangan nasabah.

Untuk mengantisipasi peningkatan klaim nonrisiko, dia menyebut perlu dibentuknya suatu task force yang khusus memberikan edukasi kepada para nasabah yang akan menarik uangnya. 

Baca Juga: Klaim JMA Syariah Turun 42% pada Maret 2026, Ini Faktor Penyebabnya

"Dengan pemahaman, tetap bersama asuransi, maka perlindungan akan tetap berjalan. Fungsi utamanya melindungi keluarga dari kesulitan finansial apabila terjadi suatu musibah, serta pada umumnya dilakukan adalah memberikan solusi alternatif pembayaran yang lebih mudah untuk nasabah," kata Yurivanno. 

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, Asuransi Takaful Keluarga mencatatkan klaim bruto meningkat 24,46%, menjadi sebesar Rp 50,83 miliar per Maret 2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News