JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah mengeluarkan edaran kepada industri asuransi umum terkait produknya yang bisa dikaitkan dengan investasi atau biasa disebut unitlink. Meski begitu, Dadang Sukresna, Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengatakan, produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi tidak bisa begitu saja masuk. "Kami sedang berupaya mengembangkannya. Harus ada produknya yang cocok, tidak bisa langsung menempel produk lain begitu saja," ujar Dadang, Kamis (4/5). Sementara itu, Direktur Eksekutif AAUI, Julian Noor memperkirakan perusahaan asuransi umum memiliki dua kelompok yang terdiri dari kelompok konglomerasi keuangan dan kelompok non konglomerasi keuangan. Kemungkinan besar perusahaan-perusahaan asuransi yang termasuk konglomerasi keuangan akan merilis produk unitlink lebih dulu.
"Ini karena sister company mereka pasti memiliki sekuritas, aset manajemen. Itu membuat mereka mudah mengombinasikan produk asuransi dengan investasi," ujar Julian. Produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi, dalam pendistribusiannya juga memiliki karakter yang berbeda dengan produk asuransi. Menurut Julian, pada perusahaan asuransi jiwa dalam menjual produk asuransi dan investasi memang dibedakan. "Menjual produk asuransi berbalut investasi dengan menjual produk asuransi saja berbeda dari sistem penjualannya," tutur Julian.