Asuransi YOII Siapkan Strategi Prudent untuk Perkuat Bisnis Asuransi Kendaraan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan penjualan mobil pada April 2026 dipandang sebagai sentimen positif bagi industri asuransi, terutama di lini asuransi kendaraan.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan wholesales di bulan April 2026 mencapai 80.776 unit, serta meningkat 55% dibandingkan April tahun sebelumnya.

Corporate Secretary PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) Rahmat Dwiyanto mengatakan peningkatan penjualan kendaraan baru merupakan sinyal positif bagi asuransi kendaraan motor.


"Pertumbuhan penjualan kendaraan baru umumnya berkorelasi dengan peningkatan premi asuransi," tuturnya kepada Kontan, Jumat (15/5/26).

Baca Juga: Hindari Gagal Bayar, Pembiayaan LKM BKD Kabupaten Pekalongan Turun 28,2% di Maret

Meski begitu, lonjakan penjualan tersebut perlu dilihat secara lebih komprehensif. Pasalnya, kenaikan yang terjadi turut dipengaruhi oleh sejumlah sentimen, seperti normalisasi aktivitas pasca libur Idulfitri dan perbandingan periode sebelumnya. Namun, Rahmat menegaskan lini asuransi kendaraan bermotor di YOII menunjukkan tren positif, meski kontribusinya terhadap total portofolio premi masih relatif terbatas.

Hal ini karena perusahaan selama ini memang lebih berfokus pada pengembangan produk asuransi berbasis gaya hidup dan ekosistem digital.

Kendati demikian, Rahmat memproyeksikan lini kendaraan bermotor tetap akan menjadi salah satu potensi bisnis yang akan dikembangkan secara bertahap dan selektif.

Menurutnya, tantangan utama bisnis asuransi kendaraan saat ini antara lain pemulihan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya stabil, kenaikan biaya klaim dan biaya perbaikan kendaraan, serta persaingan tarif premi di industri.

Karena itu, perusahaan menilai kualitas underwriting dan kesehatan portofolio tetap perlu dijaga untuk mempertahankan profitabilitas bisnis.

Untuk mendukung pertumbuhan, YOII mengembangkan bisnis kendaraan bermotor dengan pendekatan prudent dan terukur. Strategi yang disiapkan antara lain memperkuat pengembangan produk, memperluas kerja sama distribusi berbasis digital ecosystem dan strategic partnership, serta meningkatkan pengelolaan risiko, pricing, dan kualitas layanan kepada nasabah.

Strategi tersebut dilakukan guna mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan. 

Sebagai informasi, total premi perseroan pada kuartal I-2026 mencapai Rp162,25 miliar atau tumbuh sekitar 5,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp153,49 miliar.

Baca Juga: Penjualan Mobil Melonjak pada April 2026, AAUI: Ini Peluang bagi Asuransi Kendaraan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News