AtlasGo Masuk Industri Otomotif Lewat Kemitraan Strategis dengan Sun Motor



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), AtlasGo, memperluas jangkauan bisnisnya ke sektor otomotif melalui kemitraan strategis dengan Sun Motor Mitsubishi. 

Sebelumnya, AtlasGo lebih banyak mengembangkan bisnis di sektor properti melalui platform ProperView. Kini, perusahaan melihat peluang yang sama besar di industri otomotif yang tengah menghadapi perubahan perilaku konsumen dan semakin ketatnya persaingan antarmerek.

Co-Founder & CTO AtlasGo David Kusnadi, memaparkan  AtlasGo memperkenalkan diri sebagai platform AI-powered sales intelligence dan customer behavior analytics yang dirancang untuk membantu perusahaan memahami perilaku calon pelanggan sebelum berinteraksi dengan tim penjualan.


Baca Juga: Begini Strategi Campina Ice Cream (CAMP) Hadapi Daya Beli Lesu dan Rupiah Melemah

Melalui produk DealerView, AtlasGo menawarkan virtual showroom interaktif yang memungkinkan calon pembeli menjelajahi kendaraan secara digital. Platform ini juga dilengkapi fitur buyer intent tracking, lead management dashboard, sales attribution, hingga AI assistant untuk membantu produktivitas tim penjualan.

“Saat ini kami bekerja sama dengan Sun Motor sebagai grup dealer pertama. Namun memang, tentunya kami meminta izin untuk bisa bertemu dengan grup dealer lain dan juga mungkin melakukan ekspansi ke luar Jabodetabek. Karena produk ini merupakan solusi yang bisa menjawab dan mengisi gap yang terjadi dalam proses sales dan marketing,” ungkap David, dalam acara Konferensi Pers, Rabu (17/6). 

Menurut David, kerja sama dengan Sun Motor menjadi validasi bahwa pendekatan AI sales intelligence yang dikembangkan AtlasGo dapat diterapkan lintas industri, tidak hanya di sektor properti.

Di sisi lain, Sun Motor melihat penggunaan teknologi tersebut sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kualitas prospek pelanggan di tengah semakin ketatnya kompetisi industri otomotif.

General Manager Operational Sun Motor Mitsubishi, Rudi Rimawan, mengungkapkan saat ini persaingan tidak hanya terjadi antar merek kendaraan, tetapi juga antar dealer dalam satu merek yang sama.

"Di Jakarta itu ada total 56 dealer Mitsubishi. Dengan supervisor dan sales force yang sedemikian banyak, kompetisinya pasti sangat ketat. Jadi dengan adanya tools ini, dengan adanya DealerView ini, kita berharap kita bisa berkompetisi lebih baik, lebih cepat dan tentunya lebih profesional," kata Rudi.

Pada tahap awal, implementasi dilakukan di jaringan Sun Motor Mitsubishi wilayah Jakarta. Ke depan, tidak menutup kemungkinan penggunaan teknologi tersebut diperluas ke jaringan Sun Motor lainnya.

Sebagai informasi, Sun Motor memiliki sekitar 45 cabang Mitsubishi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, terutama di Jawa dan Bali. Sementara di Jakarta terdapat 12 cabang.

Rudi menilai adopsi teknologi digital semakin penting karena konsumen kini lebih aktif mencari informasi melalui kanal digital sebelum mendatangi dealer. 

Dengan implementasi sistem AI ini Sun Motor memperkirakan peningkatan kualitas leads sekitar 20% hingga 30%.

"Saya berharap dengan adanya AI system ini setidaknya bisa meningkatkan sekitar 20%-30%, bukan penjualan langsung ya, tapi dari kualitas leads yang kita dapatkan," tambahnya.

Rudi pun mengakui tantangan utama implementasi teknologi baru terletak pada proses adaptasi dan perubahan kebiasaan tim penjualan.

Saat ini sebagian besar tenaga penjual masih mengandalkan landing page pribadi atau komunikasi langsung melalui WhatsApp. Karena itu, salah satu fokus implementasi DealerView adalah mengarahkan calon pelanggan untuk masuk ke platform digital yang dapat merekam perilaku dan minat konsumen secara lebih terukur.

Ke depan, AtlasGo menyatakan akan terus memperluas ekosistem bisnisnya ke berbagai sektor yang memiliki proses penjualan kompleks dan siklus keputusan yang panjang. 

Setelah properti dan otomotif, perusahaan tengah menyiapkan roadmap ekspansi ke sejumlah industri lain dengan fokus pengembangan teknologi AI, mulai dari buyer intent prediction hingga automated sales coaching.

“Pengembangan produk akan terus berfokus pada pendalaman kapabilitas AI, dari buyer intent prediction hingga automated sales coaching. AtlasGo percaya bahwa masa depan penjualan di Indonesia adalah masa depan yang berbasis data, diperkuat oleh AI, dan digerakkan oleh manusia yang lebih produktif,” tutup David. 

Baca Juga: AIIB Soroti Kesenjangan Pendanaan Infrastruktur Asia, Modal Swasta Didorong Masuk

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: