JAKARTA. Saat ini pemerintah tengah menyiapkan tiga model untuk melakukan pembatasan distribusi BBM. Rencana model distribusi BBM secara tertutup tersebut adalah BBM bersubsidi hanya boleh dikonsumsi kendaraan plat kuning. Kedua, larangan menggunakan BBM bersubsidi bagi mobil keluaran tahun 2000 ke atas, terakhir adalah opsi menggunakan smart card. Toyota Astra Motor (TAM) sendiri melihat bahwa wacana pembatasan distribusi BBM sudah terjadi sejak lama. Menurut Juru Bicara Toyota Astra Motor (TAM) Achmad Rizal, yang dibutuhkan ATPM adalah kepastian soal kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. "Pada prinsipnya kami berusaha mematuhi setiap kebijakan yang ada, karenanya pemeritah juga harus benar-benar memperhatikan kepentingan industri dan menjaga iklim investasi," kata Achmad. Achmad menambahkan, jika pemerintah hendak membatasi distribusi BBM, maka sistem kontrol implemetasinya harus dijalankan dengan ketat. Selain itu harus dipertimbangkan secara masak efek dari penerapannya. "Jika dibatasi jenis mobil keluaran tahun 2000 ke atas, nyatanya tak semua mobil keluaran setelah tahun itu dimiliki oleh segmen keluarga mampu," kata Achmad. Ia berpendapat, banyak mobil keluaran setelah tahun 2000 yang justru membidik segmen keluarga kelas menengah yang cukup sensitif terhadap harga.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
ATPM Butuh Kepastian Kebijakan Pembatasan Distribusi BBM
JAKARTA. Saat ini pemerintah tengah menyiapkan tiga model untuk melakukan pembatasan distribusi BBM. Rencana model distribusi BBM secara tertutup tersebut adalah BBM bersubsidi hanya boleh dikonsumsi kendaraan plat kuning. Kedua, larangan menggunakan BBM bersubsidi bagi mobil keluaran tahun 2000 ke atas, terakhir adalah opsi menggunakan smart card. Toyota Astra Motor (TAM) sendiri melihat bahwa wacana pembatasan distribusi BBM sudah terjadi sejak lama. Menurut Juru Bicara Toyota Astra Motor (TAM) Achmad Rizal, yang dibutuhkan ATPM adalah kepastian soal kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. "Pada prinsipnya kami berusaha mematuhi setiap kebijakan yang ada, karenanya pemeritah juga harus benar-benar memperhatikan kepentingan industri dan menjaga iklim investasi," kata Achmad. Achmad menambahkan, jika pemerintah hendak membatasi distribusi BBM, maka sistem kontrol implemetasinya harus dijalankan dengan ketat. Selain itu harus dipertimbangkan secara masak efek dari penerapannya. "Jika dibatasi jenis mobil keluaran tahun 2000 ke atas, nyatanya tak semua mobil keluaran setelah tahun itu dimiliki oleh segmen keluarga mampu," kata Achmad. Ia berpendapat, banyak mobil keluaran setelah tahun 2000 yang justru membidik segmen keluarga kelas menengah yang cukup sensitif terhadap harga.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News