KONTAN.CO.ID - TEXAS. AT&T menyepakati investasi sekitar US$1 miliar untuk meningkatkan jaringan darurat FirstNet milik Departemen Perdagangan Amerika Serikat. Di saat yang sama, perusahaan ini juga menjanjikan efisiensi biaya hingga US$1 miliar melalui penurunan tarif layanan sebuah langkah yang di atas kertas tampak saling menguntungkan, namun tetap menyisakan sejumlah catatan. Mengutip Reuters (1/4), FirstNet sendiri bukan proyek baru. Jaringan seluler khusus bagi layanan darurat ini digagas pasca tragedi Serangan 11 September, ketika lemahnya koordinasi komunikasi antar lembaga menjadi sorotan. Pada 2017, AT&T memenangkan kontrak jumbo berdurasi 25 tahun untuk membangun dan mengelola jaringan tersebut. Kini, jaringan itu telah digunakan oleh sekitar 31.000 lembaga di AS, termasuk tenaga medis, pemadam kebakaran, hingga aparat kepolisian. Perannya krusial, yajbu memastikan komunikasi tetap berjalan dalam situasi darurat yang kerap kali menentukan keselamatan jiwa.
AT&T Investasi FirstNet, Efisiensi Dipertanyakan
KONTAN.CO.ID - TEXAS. AT&T menyepakati investasi sekitar US$1 miliar untuk meningkatkan jaringan darurat FirstNet milik Departemen Perdagangan Amerika Serikat. Di saat yang sama, perusahaan ini juga menjanjikan efisiensi biaya hingga US$1 miliar melalui penurunan tarif layanan sebuah langkah yang di atas kertas tampak saling menguntungkan, namun tetap menyisakan sejumlah catatan. Mengutip Reuters (1/4), FirstNet sendiri bukan proyek baru. Jaringan seluler khusus bagi layanan darurat ini digagas pasca tragedi Serangan 11 September, ketika lemahnya koordinasi komunikasi antar lembaga menjadi sorotan. Pada 2017, AT&T memenangkan kontrak jumbo berdurasi 25 tahun untuk membangun dan mengelola jaringan tersebut. Kini, jaringan itu telah digunakan oleh sekitar 31.000 lembaga di AS, termasuk tenaga medis, pemadam kebakaran, hingga aparat kepolisian. Perannya krusial, yajbu memastikan komunikasi tetap berjalan dalam situasi darurat yang kerap kali menentukan keselamatan jiwa.
TAG: