KONTAN.CO.ID - Federasi Sepak Bola Inggris atau
The Football Association (FA) resmi melarang penggunaan tembok beton dan pembatas keras di sekitar lapangan atas dasar keamanan. Aturan baru ini akan berdampak pada hampir 900 klub mulai musim 2026/2027. Kebijakan ini menjadi salah satu perubahan terbesar dalam standar keamanan stadion di level kompetisi bawah Inggris, mulai dari
National League System hingga liga wanita, dengan fokus utama pada peningkatan keselamatan pemain.
Baca Juga: Arsenal Perpanjang Kerja Sama dengan Emirates hingga 2033, Ini Detail Kemitraannya Dipicu Tragedi Pemain Muda
Perubahan aturan ini tidak datang tiba-tiba. FA Inggris mengambil langkah tegas setelah insiden tragis yang menimpa Billy Vigar. Mengutip
GiveMeSport, penyerang muda tersebut meninggal dunia akibat cedera kepala serius setelah menabrak dinding beton di sisi lapangan saat mencoba menjaga bola tetap dalam permainan pada 2025. Insiden ini menjadi titik balik yang mendorong regulator sepak bola Inggris untuk mengevaluasi ulang standar keamanan stadion.
Pembatas Beton Wajib Dihilangkan
Dalam aturan terbaru, FA melarang penggunaan tembok bata, beton padat, dan blok keras di sekitar lapangan. Selain itu, klub juga diwajibkan untuk menghapus pembatas tersebut secepat mungkin atau menambahkan pelindung khusus jika tidak bisa dibongkar karena alasan struktur.
Baca Juga: Liga Inggris Punya Aturan Baru untuk Kiper Mulai Agustus 2026, Begini Sistemnya Ratusan Klub Wajib Renovasi Stadion
Dari sekitar 900 klub yang terdampak, FA telah mengidentifikasi sekitar 160 klub yang wajib segera melakukan perubahan karena kondisi stadionnya dinilai berisiko. Perubahan ini akan menyasar klub di level 1 hingga 6 sepak bola pria, serta tier 3 dan 4 liga wanita. Untuk membantu klub melakukan penyesuaian, FA bekerja sama dengan Liga Primer Inggris melalui program
Premier League Stadium Fund. Dana ini akan digunakan untuk renovasi stadion, pemasangan pelindung baru, atau peningkatan standar keselamatan yang berkaitan. Langkah ini dinilai penting karena banyak klub di level bawah memiliki keterbatasan finansial.
Sebelum aturan ini diterapkan, serikat pemain Inggris (PFA) sebenarnya sudah lama mendorong perubahan. Kasus lain yang memperkuat desakan tersebut adalah insiden yang menimpa Alex Fletcher pada 2022, yang mengalami cedera serius setelah menabrak pembatas keras di stadion. PFA bahkan sempat mendesak FA dan otoritas sepak bola lainnya untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keamanan lapangan.
Baca Juga: 7 Pemain Liga Inggris yang Juara Piala Dunia 2026, Siapa Saja?