KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketidakpastian mengenai waktu perilisan aturan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) dinilai memberikan sinyal negatif bagi pasar. Meski dokumen kebijakan disebut sudah berada di meja Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg), mundurnya implementasi dari target awal 1 Januari 2026 dikhawatirkan menggerus kredibilitas kebijakan pemerintah. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menilai, penundaan yang berulang ini memicu masalah signaling di saat nilai tukar rupiah tengah tertekan. "Ketika kebijakan yang sudah diumumkan mundur terus, pasar membaca ini sebagai ketidakpastian. Di kondisi rupiah yang sedang tertekan seperti sekarang, kredibilitas kebijakan justru jadi sangat penting. Jadi ada signaling problem di sini," ujarnya kepada Kontan, Minggu (26/4/2026).
Aturan DHE SDA Molor Lagi, Ekonom: Ini Memicu Sinyal Negatif ke Pasar
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketidakpastian mengenai waktu perilisan aturan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) dinilai memberikan sinyal negatif bagi pasar. Meski dokumen kebijakan disebut sudah berada di meja Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg), mundurnya implementasi dari target awal 1 Januari 2026 dikhawatirkan menggerus kredibilitas kebijakan pemerintah. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menilai, penundaan yang berulang ini memicu masalah signaling di saat nilai tukar rupiah tengah tertekan. "Ketika kebijakan yang sudah diumumkan mundur terus, pasar membaca ini sebagai ketidakpastian. Di kondisi rupiah yang sedang tertekan seperti sekarang, kredibilitas kebijakan justru jadi sangat penting. Jadi ada signaling problem di sini," ujarnya kepada Kontan, Minggu (26/4/2026).
TAG: