KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Berdikari (Persero) membantah anggapan bahwa harga gandum pakan yang diimpor melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lebih mahal dibandingkan impor langsung oleh pihak swasta. Isu ini mencuat seiring dengan kebijakan pemerintah yang memperketat impor komoditas pertanian dan peternakan melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 11 Tahun 2026. Dalam regulasi tersebut, gandum pakan dan bungkil kedelai termasuk dalam daftar komoditas yang impornya diatur melalui mekanisme perizinan dan neraca komoditas. Berdasarkan informasi yang dihimpun KONTAN, sejumlah pelaku industri menyebut harga gandum pakan melalui skema tersebut dapat mencapai sekitar US$ 370–375 per ton. Angka ini dinilai lebih tinggi dibandingkan impor langsung oleh swasta yang berada di kisaran US$ 270 per ton.
Aturan Impor Gandum Pakan Berubah, Berdikari Bantah Isu Harga Gandum Bisa Mahal
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Berdikari (Persero) membantah anggapan bahwa harga gandum pakan yang diimpor melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lebih mahal dibandingkan impor langsung oleh pihak swasta. Isu ini mencuat seiring dengan kebijakan pemerintah yang memperketat impor komoditas pertanian dan peternakan melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 11 Tahun 2026. Dalam regulasi tersebut, gandum pakan dan bungkil kedelai termasuk dalam daftar komoditas yang impornya diatur melalui mekanisme perizinan dan neraca komoditas. Berdasarkan informasi yang dihimpun KONTAN, sejumlah pelaku industri menyebut harga gandum pakan melalui skema tersebut dapat mencapai sekitar US$ 370–375 per ton. Angka ini dinilai lebih tinggi dibandingkan impor langsung oleh swasta yang berada di kisaran US$ 270 per ton.
TAG: