KONTAN.CO.ID - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menjanjikan kemudahan impor bagi usaha kecil dan menengah (UKM) yang terganggu kebijakan penertiban praktik impor berisiko tinggi. Ini demi kelancaran bisnis UKM sehingga barang-barangnya tak lagi tertahan di pintu pelabuhan. Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi mengakui penertiban barang impor berisiko tinggi memang menjadikan sejumlah produk tak bisa masuk ke Indonesia akibat gagal memenuhi izin impor. "Karena kami sudah tertib," katanya saat ditemui usai rapat di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian akhir pekan lalu. Kini, Bea Cukai menyiapkan kemudahan bagi UKM dalam melakukan kegiatan impor yang legal. Kemudahan tersebut salah satunya adalah dalam hal perizinan impor. "Kami bimbing dan beri kemudahan, yang penting mereka legal dan resmi. Tentu kami bantu dari sisi operasional pada saat mereka lakukan kegiatan impor," jelas Heru.
Aturan impor UKM akan dilonggarkan
KONTAN.CO.ID - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menjanjikan kemudahan impor bagi usaha kecil dan menengah (UKM) yang terganggu kebijakan penertiban praktik impor berisiko tinggi. Ini demi kelancaran bisnis UKM sehingga barang-barangnya tak lagi tertahan di pintu pelabuhan. Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi mengakui penertiban barang impor berisiko tinggi memang menjadikan sejumlah produk tak bisa masuk ke Indonesia akibat gagal memenuhi izin impor. "Karena kami sudah tertib," katanya saat ditemui usai rapat di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian akhir pekan lalu. Kini, Bea Cukai menyiapkan kemudahan bagi UKM dalam melakukan kegiatan impor yang legal. Kemudahan tersebut salah satunya adalah dalam hal perizinan impor. "Kami bimbing dan beri kemudahan, yang penting mereka legal dan resmi. Tentu kami bantu dari sisi operasional pada saat mereka lakukan kegiatan impor," jelas Heru.