Aturan Kuota Internet Tak Hangus Bayangi Emiten Telekomunikasi, EXCL Paling Siap



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan operator telekomunikasi tidak menghanguskan kuota internet yang tidak terpakai dinilai berpotensi menambah ketidakpastian alias regulatory overhang bagi industri telekomunikasi. Pelaku pasar kini menanti aturan pelaksanaan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang akan menentukan dampak kebijakan tersebut terhadap model bisnis operator.

Analis CGS International Sekuritas Indonesia Bob Setiadi dalam riset 27 Juli 2026 mengatakan, putusan MK pada 23 Juli 2026 pada dasarnya memperkuat perlindungan konsumen, namun tetap memberikan fleksibilitas kepada operator dalam memenuhi ketentuan tersebut.

"MK tidak mewajibkan seluruh paket data menggunakan mekanisme rollover maupun melarang paket dengan masa berlaku tertentu. Operator tetap memiliki berbagai opsi kepatuhan, seperti rollover kuota, perpanjangan masa berlaku, pengalihan manfaat, kompensasi, pengembalian dana, atau mekanisme perlindungan konsumen lainnya," ujar Bob dalam riset.


Baca Juga: IHSG Berpotensi Uji Level 6.000, Pasar Dibayangi Sentimen BI hingga MSCI

Menurut Bob, fokus pasar saat ini tertuju pada aturan turunan yang akan diterbitkan Komdigi. Regulasi tersebut diperkirakan akan mengatur produk yang terdampak, jadwal implementasi, hingga kewajiban keterbukaan informasi kepada pelanggan.

Bob menilai, sebelum aturan tersebut diterbitkan, putusan MK berpotensi menjadi sumber ketidakpastian bagi operator seluler karena perusahaan masih harus menyesuaikan strategi produk dan harga.

Seluruh operator seluler sebenarnya telah menawarkan paket dengan fitur rollover kuota, meski belum berlaku untuk seluruh produk. Paket tanpa rollover masih mendominasi penjualan isi ulang (recharge package) di pasar.

Beberapa contoh paket rollover yang telah tersedia antara lain Internet Bulanan Simpati milik Telkomsel, Freedom Combo IM3 dan AlwaysOn Tri milik Indosat, serta XL FlexMax, Bronet Rollover AXIS, dan paket Unlimited Smartfren dengan masa aktif minimal 28 hari.

Meski demikian, manfaat rollover umumnya hanya berlaku apabila pelanggan kembali membeli paket yang sama dan biasanya hanya mencakup kuota utama, tidak termasuk kuota bonus.

"Dari seluruh operator, kami melihat EXCL berada pada posisi terbaik apabila kebijakan rollover diterapkan lebih luas karena perusahaan telah menawarkan manfaat rollover pada cakupan paket isi ulang yang lebih banyak dibandingkan pesaingnya," kata Bob.

CGS International menilai perubahan regulasi berpotensi meningkatkan persaingan harga di industri telekomunikasi, sebagaimana pernah terjadi pada perubahan kebijakan sebelumnya. Namun, perusahaan sekuritas tersebut belum mengubah proyeksi kinerja emiten telekomunikasi karena masih menunggu kejelasan aturan dari Komdigi serta strategi masing-masing operator dalam mendesain ulang masa berlaku paket, struktur kuota, dan skema harga.

Meski demikian, CGS International tetap mempertahankan rekomendasi overweight untuk sektor telekomunikasi. Menurut Bob, kenaikan tarif layanan seluler masih berpotensi menjadi pendorong utama revaluasi sektor dalam 12 bulan ke depan.

Baca Juga: Astra Agro Lestari (AALI) Catat Kenaikan Kinerja per Semester I 2026

Saat ini, sektor telekomunikasi diperdagangkan pada valuasi sekitar empat kali proyeksi EV/EBITDA 12 bulan ke depan, atau sekitar dua standar deviasi di bawah rata-rata lima tahun. Valuasi tersebut dinilai masih berada di level yang pernah terjadi saat persaingan harga mencapai puncaknya, meski prospek industri kini lebih baik.

CGS International juga tetap menempatkan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) sebagai pilihan utama di sektor telekomunikasi. Rekomendasi tersebut didukung oleh prospek pemulihan laba pascamerger serta potensi sinergi dari integrasi jaringan.

Di sisi lain, Bob mengingatkan sejumlah risiko yang perlu dicermati investor, antara lain memburuknya kondisi makroekonomi, persaingan layanan fixed broadband yang lebih kuat dari perkiraan, serta melemahnya disiplin harga setelah putusan MK. Sementara itu, katalis positif bagi sektor antara lain keberhasilan konsolidasi industri dan pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi seiring penyederhanaan paket kartu perdana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News