Aturan Modal Makin Ketat, 12.000 Pekerja UBS di Swiss Terancam PHK



KONTAN.CO.ID – ZURICH. Sebanyak 12.000 pekerjaan di UBS, salah satu bank terbesar di Swiss, berpotensi terancam jika aturan permodalan yang lebih ketat mendorong bank tersebut memindahkan operasinya ke luar negeri.

Mengutip laporan Reuters, Minggu (25/10/2026), peringatan tersebut disampaikan Asosiasi Pegawai Bank Swiss (Swiss Bank Employees Association/SBPV), sebagaimana diberitakan surat kabar NZZ am Sonntag.

Dalam surat kepada para anggota parlemen yang dikutip media tersebut, SBPV memperingatkan bahwa relokasi UBS dapat mengancam sekitar 10.000 hingga 12.000 pekerjaan dari total sekitar 34.000 karyawan bank tersebut di Swiss.


Potensi kehilangan pekerjaan itu juga akan menambah tekanan terhadap tenaga kerja UBS, yang saat ini masih menjalankan proses integrasi Credit Suisse setelah bank pesaing tersebut mengalami kejatuhan.

Baca Juga: Arab Saudi Cegat Drone dan Rudal di Riyadh, Konflik dengan Houthi Memanas

UBS maupun SBPV belum segera memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Reuters.

Aturan Modal UBS Jadi Perdebatan di Parlemen Swiss

Peringatan mengenai potensi pemindahan operasi dan pengurangan tenaga kerja UBS muncul ketika sebuah komite di majelis rendah parlemen Swiss bersiap membahas besaran modal yang wajib dimiliki UBS untuk menopang anak perusahaan asingnya.

Pada bulan lalu, majelis tinggi parlemen Swiss mengusulkan agar UBS menopang anak perusahaan asingnya dengan modal Common Equity Tier 1 (CET1) sebesar 90%.

CET1 merupakan komponen modal inti berkualitas tinggi yang berfungsi sebagai penyangga untuk menyerap kerugian dan menjaga ketahanan keuangan bank.

Namun, UBS menilai persyaratan tersebut terlalu tinggi. Ketua UBS juga memperingatkan bahwa bank perlu mempertimbangkan secara cermat masa depannya di Swiss apabila aturan permodalan baru diberlakukan terlalu ketat.

Perdebatan tersebut menjadi penting bagi UBS karena perubahan ketentuan modal dapat memengaruhi kebutuhan pendanaan, fleksibilitas operasional, serta keputusan strategis bank dalam menjalankan bisnis internasionalnya.

Baca Juga: Rusia Klaim Serang Kapal Kargo dan Pusat Logistik Ukraina Semalam

UBS Siapkan Skenario Pemindahan Kantor Pusat

Tekanan terhadap UBS juga datang dari sebagian pemegang saham yang meminta bank tersebut mempertimbangkan untuk meninggalkan Swiss apabila aturan permodalan baru dinilai terlalu memberatkan.

Reuters sebelumnya melaporkan bahwa UBS tengah menyusun sejumlah rencana kontingensi untuk menghadapi kemungkinan aturan baru tersebut tidak dapat diterima oleh perusahaan.

Pilihan yang dipertimbangkan, menurut sumber yang mengetahui persoalan itu, mencakup pemindahan kantor pusat ke luar Swiss atau penggabungan dengan lembaga pemberi pinjaman lain.

Meski demikian, langkah tersebut masih berupa opsi yang dipertimbangkan dan belum menunjukkan bahwa UBS telah memutuskan untuk memindahkan kantor pusatnya.

Dalam suratnya kepada para anggota parlemen, SBPV menyerukan perlunya "kompromi yang layak" agar kebijakan permodalan dapat mempertimbangkan kebutuhan menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus keberlangsungan kegiatan usaha dan lapangan kerja di Swiss.