KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi NasDem, Nurhadi, menegaskan pihaknya akan memaksimalkan fungsi pengawasan terhadap aturan pengendalian tembakau agar tetap proporsional dan tidak menimbulkan gejolak sosial maupun pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal ini menanggapi usulan pembatasan kadar nikotin dan tar pada produk tembakau oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta rencana penyeragaman kemasan polos yang tengah disiapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). "Wacana penyeragaman kemasan atau plain packaging yang diinisiasi Kemenkes tentu perlu dikaji secara komprehensif. Kita harus mempertimbangkan dampaknya terhadap tenaga kerja, petani tembakau, pelaku UMKM, industri hasil tembakau, hingga penerimaan negara, bukan hanya sisi kesehatan," kata Nurhadi, Senin (30/3/2026).
Aturan Tembakau Diminta Tetap Proporsional untuk Antisipasi Dampak Sosial dan PHK
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi NasDem, Nurhadi, menegaskan pihaknya akan memaksimalkan fungsi pengawasan terhadap aturan pengendalian tembakau agar tetap proporsional dan tidak menimbulkan gejolak sosial maupun pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal ini menanggapi usulan pembatasan kadar nikotin dan tar pada produk tembakau oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta rencana penyeragaman kemasan polos yang tengah disiapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). "Wacana penyeragaman kemasan atau plain packaging yang diinisiasi Kemenkes tentu perlu dikaji secara komprehensif. Kita harus mempertimbangkan dampaknya terhadap tenaga kerja, petani tembakau, pelaku UMKM, industri hasil tembakau, hingga penerimaan negara, bukan hanya sisi kesehatan," kata Nurhadi, Senin (30/3/2026).
TAG: