Audi Pangkas Proyeksi, Lesunya China Tekan Kinerja



KONTAN.CO.ID – INGOLSTADT. Audi memangkas target kinerja keuangan sepanjang 2026 setelah pelemahan pasar otomotif di China dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah membebani bisnis produsen mobil premium asal Jerman tersebut.

Chief Financial Officer Audi Juergen Rittersberger mengatakan kondisi geopolitik dan ekonomi global yang semakin menantang membuat seluruh industri otomotif menghadapi tekanan yang lebih besar.

"Situasi geopolitik dan ekonomi yang menantang memberikan tekanan yang semakin besar kepada seluruh industri otomotif, termasuk Audi, untuk mengambil langkah penyesuaian," ujar Rittersberger dalam laporan Bloomberg (27/7).


Sebagai bagian dari Volkswagen Group, Audi terus menjalankan program efisiensi untuk menekan biaya operasional. Tahun lalu, perusahaan mengumumkan rencana memangkas hingga 7.500 karyawan dalam beberapa tahun ke depan, sekaligus meningkatkan produktivitas dan fleksibilitas di fasilitas produksinya di Jerman.

Langkah tersebut ditargetkan mampu menghemat lebih dari 1 miliar euro per tahun dalam jangka menengah. Penghematan ini diharapkan dapat mengurangi dampak tarif impor Amerika Serikat serta ketatnya persaingan di pasar otomotif China.

Baca Juga: SoftBank Gandeng 21 Kreditur Baru Danai Investasi Jumbo di OpenAI

Selain efisiensi, Audi juga memperbarui jajaran model kendaraannya untuk mendorong pertumbuhan penjualan dan meluncurkan merek khusus China, AUDI, guna memperkuat posisinya di pasar otomotif terbesar di dunia tersebut.

Audi Group, yang membawahi merek Audi, Bentley, Lamborghini, dan Ducati, kini memperkirakan pendapatan tahun ini hanya berada di kisaran 58 miliar euro hingga 63 miliar euro. Proyeksi tersebut lebih rendah dibandingkan target sebelumnya sebesar 63 miliar euro hingga 68 miliar euro.

Perseroan juga memangkas target margin operasional menjadi 5%–7%, dari sebelumnya 6%–8%. Sementara itu, proyeksi arus kas bersih tetap dipertahankan di kisaran 3 miliar euro hingga 4 miliar euro.

Baca Juga: AstraZeneca Lampaui Ekspektasi Laba Kuartal II, Tetap Optimistis Tatap 2026