AUM Reksadana Indeks BNP Paribas Turun Jadi Rp 5,14 Triliun, Ini Penyebabnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BNP Paribas Asset Management berhasil membukukan total dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) untuk reksadana indeks Rp 5,14 Triliun per September 2026, termasuk untuk indeks saham domestik dan global.

Nilai ini tercatat turun tipis jika dibandingkan dengan AUM reksadana indeks perusahaan per Desember 2025 yang tercatat senilai Rp 6,45 triliun.

Menurut Direktur Investasi PT BNP Paribas Asset Management Djumala Sutedja, penurunan ini terjadi karena dinamika pasar masih bergejolak.


Baca Juga: DP 0% KPR Diperpanjang hingga 2027, Bagaimana Prospek Bisnis Asuransi Properti?

“Penurunan tersebut lebih mencerminkan dinamika pasar daripada pergerakan dana investor di tengah volatilitas pasar yang cukup tinggi sepanjang tahun,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (27/10/26).

Meski demikian, Djumala mencermati reksa dana indeks masih berpeluang menjadi salah satu alternatif investasi. Instrumen ini memberikan akses ke pasar yang terdiversifikasi, transparan, dan efisien bagi investor.

Terkait perkembangan saham yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC), Djumala menilai dampaknya terhadap portofolio reksa dana indeks BNP Paribas AM saat ini relatif terbatas. Pasalnya, saham-saham dalam kategori tersebut telah dikeluarkan dari sejumlah indeks utama, termasuk IDX30 dan IDX80, yang menjadi acuan produk reksa dana indeks perusahaan.

Ke depan, perusahaan akan menyesuaikan komposisi portofolio apabila cakupan saham HSC meluas hingga mencakup konstituen indeks acuannya. Penyesuaian akan mengikuti perubahan metodologi dan jadwal implementasi yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Langkah tersebut dilakukan melalui rebalancing untuk menjaga agar komposisi dan bobot saham dalam portofolio tetap selaras dengan indeks acuan, termasuk ketika terjadi perubahan konstituen maupun bobot saham dalam indeks.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News