Aura Prancis Bikin Lawan Gentar, Les Bleus Melenggang ke Semifinal Piala Dunia



KONTAN.CO.ID – Timnas Prancis kembali menunjukkan statusnya sebagai salah satu favorit juara Piala Dunia setelah menyingkirkan Maroko 2-0 di babak perempat final, Kamis (9/7/2026).

Penampilan dominan Les Bleus dinilai membuat lawan sudah berada di bawah tekanan bahkan sebelum pertandingan dimulai.

Baca Juga: Paul Grewal Tinggalkan Coinbase, Bagaimana Nasib Regulasi Kripto?


Maroko, yang sepanjang turnamen dikenal tampil menyerang dan percaya diri, justru memilih bermain lebih hati-hati menghadapi kekuatan Prancis.

Pelatih Maroko menurunkan formasi 4-5-1 dengan Brahim Diaz sebagai penyerang tunggal, meninggalkan gaya permainan ofensif yang sebelumnya menjadi ciri khas mereka.

Pilihan tersebut dinilai sebagai upaya meredam kecepatan serangan balik Prancis yang menjadi senjata utama sepanjang turnamen.

Hingga babak perempat final, Prancis telah mencetak 16 gol, dengan delapan gol disumbangkan Kylian Mbappe dan lima gol lainnya dicetak Ousmane Dembele.

Maroko kembali mengandalkan pertahanan rapat serta penampilan gemilang kiper Yassine Bounou.

Bounou sempat menjaga harapan timnya setelah menggagalkan tendangan penalti Mbappe pada menit ke-28. Namun, strategi bertahan itu akhirnya tidak mampu membendung tekanan Prancis yang terus mengalir.

Baca Juga: Deschamps: Prancis Tak Pernah Ragu Meski Mbappe Gagal Penalti

Gelandang Prancis Adrien Rabiot mengatakan timnya tidak pernah merasa terancam meski sempat membiarkan Maroko menguasai bola dalam beberapa momen.

"Saat kami tidak menguasai bola dan membiarkan mereka memainkan bola, kami merasa mereka tidak berbahaya dan tidak ada yang perlu kami takutkan dari tim itu. Itulah yang kami rasakan di lapangan," ujar Rabiot.

Maroko baru mampu melepaskan tembakan tepat sasaran pertama pada enam menit terakhir pertandingan.

Saat itu, Prancis sudah unggul dua gol melalui tendangan melengkung Mbappe dan penyelesaian Ousmane Dembele.

Skor 2-0 bahkan dinilai belum sepenuhnya mencerminkan dominasi Prancis sepanjang laga.

Baca Juga: Khamenei Dimakamkan di Mashhad, Pemimpin Tertinggi Baru Iran Belum Tampil ke Publik

Di lini tengah, duet Adrien Rabiot dan Manu Kone tampil mengendalikan permainan. Sebaliknya, gelandang muda Maroko Ayyoub Bouaddi kesulitan mengembangkan permainan dan beberapa kali kehilangan bola akibat tekanan tinggi dari Prancis.

Pelatih Maroko Mohamed Ouahbi mengakui timnya berharap mampu bertahan lebih lama tanpa kebobolan agar dapat melihat bagaimana reaksi Prancis di bawah tekanan.

"Kami tahu mereka sebenarnya bisa mencetak gol lebih cepat. Kami ingin bertahan lebih lama tanpa kebobolan untuk melihat bagaimana reaksi Prancis," kata Ouahbi.

Ia menambahkan bahwa dirinya meminta para pemain tetap meninggalkan lapangan dengan kepala tegak meski harus mengakhiri perjalanan di Piala Dunia.

Kemenangan tersebut membawa Prancis melaju ke semifinal Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Les Bleus akan menghadapi pemenang pertandingan antara Belgia dan Spanyol.

Sementara itu, Mbappe yang ditarik keluar pada menit ke-77 karena merasakan sedikit nyeri di pergelangan kaki memastikan dirinya tetap optimistis menatap babak semifinal.

"Kami tidak boleh lengah. Perjalanan masih panjang dan tantangan berikutnya akan lebih berat. Namun kami akan memulihkan kondisi dengan baik," ujar Mbappe.