Austindo serius garap bisnis sagu



JAKARTA. PT Austindo Nusantara Jaya Tbk serius masuk ke bisnis sagu. Emiten perkebunan berkode saham ANJT ini mengharapkan mulai tahun depan, bisnis sagu sudah dapat memberikan sumbangan pendapatan bagi perusahaan. Hadi Fauzan Direktur ANJT mengatakan, luas area konsesi untuk pengolahan sagu yang dimiliki perusahaan mencapai 40.000 hektare (ha) di Papua Barat. "Saat ini sagu belum berkontribusi, kita harapkan tahun depan," kata Hadi belum lama ini. Guna mendukung bisnis tersebut saat ini perusahaan telah memiliki satu pabrik pengolahan tepung sagu. Pabrik tersebut telah di evaluasi dan siap untuk dioperasikan pada tahun ini. Berdasarkan catatan KONTAN, pabrik pengolahan sagu tersebut memiliki kapasitas 3.000 ton per bulan.     Menurut Hadi, pangsa pasar tepung sagu sangat menjanjikan baik lokal maupun ekspor. Dia mencontohkan, kebutuhan tepung sagu untuk industri makanan di Cirebon saja mencapai 120.000 ton setiap tahunnya. Selain untuk industri makanan, sagu juga dibutuhkan untuk industri seperti Monosodium glutamate (MSG) yang umum digunakan sebagai penyedap rasa. Kebutuhan sagu untuk industri tersebut banyak permintaan dari perusahaan di Surabaya. Sagu sendiri merupakan produk substitusi dari tepung tapioka yang biasa digunakan oleh industri pangan. Dibandingkan tapioka, produktiiftas sagu lebih tinggi. "Sekarang sulit (mendapatkan tapioka). Di Lampung sulit," kata Hadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Hendra Gunawan