Australia Akan Bergabung dalam Operasi Pemadaman Kebakaran Hutan di Indonesia



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Australia akan bergabung dalam operasi penyiraman air (waterbombing) di Indonesia untuk membantu memadamkan kebakaran yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.

Hal ini disampaikan oleh sebuah lembaga pemerintah pada Kamis (5/11/2026), sehari setelah sebuah helikopter jatuh saat menjalankan misi pemadaman kebakaran, yang menewaskan tiga orang.

"Dinas Pemadam Kebakaran Pedesaan New South Wales (New South Wales Rural Fire Service) dari Australia telah mengirimkan satu pesawat C-130 Hercules dan satu pesawat Cessna Citation untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran di Indonesia mulai tanggal 6 hingga 12 November," demikian pernyataan dari badan penanggulangan bencana Indonesia seperti dilansir Reuters.


Baca Juga: Ditunda Dua Tahun, Korea Selatan Akan Berlakukan Pajak Aset Digital pada 2029

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Bruce Brazier mengatakan, dukungan tersebut mencakup pesawat tangki udara berkapasitas besar (Large Air Tanker) yang mampu menjatuhkan hingga 15.000 liter air dalam satu kali penerbangan (sortie), dengan perkiraan kapasitas hingga enam kali penerbangan per hari.

Indonesia tengah berjuang menghadapi kebakaran hutan paling hebat dalam 11 tahun terakhir, yang telah menghanguskan lahan yang luas, terutama di pulau Sumatra, Kalimantan, dan Papua.

Sebuah helikopter yang digunakan untuk operasi penyiraman air di Indonesia jatuh pada hari Rabu di Kalimantan Tengah, menewaskan tiga awak dan melukai beberapa orang lainnya, menurut keterangan dari salah satu departemen di Kementerian Lingkungan Hidup pada hari Kamis.

Helikopter tersebut membawa delapan awak dan jatuh saat sedang mengisi air, menurut keterangan Kementerian Perhubungan.

Kebakaran dan kabut asap telah menyebabkan lebih dari 400.000 kasus infeksi saluran pernapasan akut di tujuh provinsi di Indonesia hingga tanggal 2 November, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan.

Indonesia sedang melakukan "upaya besar-besaran" untuk mengendalikan kebakaran melalui operasi penyiraman air (waterbombing) dan penyemaian awan (cloud seeding), sembari melibatkan bantuan dari pihak asing, ujar kepala badan penanggulangan bencana, Kristomei Sianturi.

Baca Juga: Dolar AS Loyo, Harga Emas Spot Naik ke Level Tertinggi dalam Dua Minggu