KONTAN.CO.ID - Pelatih tim nasional Australia Tony Popovic menegaskan timnya membidik sejarah baru saat menghadapi Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Dallas, Jumat (3/7/2026) waktu setempat. Popovic ingin Socceroos meraih kemenangan pertama mereka di fase gugur Piala Dunia, alih-alih hanya berbicara mengenai potensi generasi muda di masa depan.
Baca Juga: Efek Haaland! Jersey Norwegia Diserbu Suporter Jelang Duel Kontra Brasil Australia berhasil lolos dari fase grup untuk dua edisi Piala Dunia secara beruntun. Pada turnamen kali ini, Socceroos melaju dari grup yang dihuni Amerika Serikat, Turki, dan Paraguay dengan mengandalkan banyak pemain muda. Meski optimistis terhadap masa depan sepak bola Australia, Popovic menegaskan fokus utama timnya adalah meraih hasil maksimal saat ini. "Kami percaya masa depan sangat cerah. Masih banyak pemain muda yang belum berada di sini dan akan menjadi bagian tim di masa mendatang," ujar Popovic. "Namun sejak awal saya selalu mengatakan bahwa kami ingin memberikan hasil sekarang, bersama skuad ini. Kami percaya mereka cukup bagus untuk melakukannya sekarang." Menurutnya, keberhasilan lolos dari grup yang sulit membuktikan kualitas para pemain muda Australia. "Besok adalah kesempatan untuk tidak memikirkan masa depan, melainkan fokus pada saat ini. Saya yakin para pemain akan kembali menunjukkan performa yang sangat baik," katanya.
Baca Juga: Piala Dunia 2026 Terancam Gelombang Panas, Dampak Perubahan Iklim Kian Nyata Bertumpu pada Generasi Muda Sepanjang turnamen, Popovic lebih banyak memberikan kepercayaan kepada pemain muda dibandingkan pemain senior. Kiper berusia 21 tahun Patrick Beach dipercaya menjadi penjaga gawang utama menggantikan Maty Ryan. Selain itu, Alessandro Circati, Jordan Bos, Mo Toure, dan Nestory Irankunda juga mendapat menit bermain yang cukup besar. Australia sebelumnya dua kali mencapai fase gugur Piala Dunia, namun selalu tersingkir oleh tim yang akhirnya menjadi juara. Pada 2006, Socceroos kalah dari Italia, sementara pada Piala Dunia 2022 mereka disingkirkan Argentina. Popovic berharap timnya mampu mematahkan catatan tersebut. "Kami tahu betapa pentingnya pertandingan ini dan saya rasa semua pemain siap memberikan yang terbaik," ujarnya. "Sejarah baru tercipta setelah pertandingan selesai. Tugas kami adalah melakukan bagian kami selama pertandingan, baik dalam 90 menit, perpanjangan waktu, maupun adu penalti."
Baca Juga: Jerman Tersingkir dari Piala Dunia, Nagelsmann Mundur dan Nama Jurgen Klopp Mencuat Waspadai Mesir dan Mohamed Salah Pelatih berusia 52 tahun itu memperkirakan laga melawan Mesir akan menjadi tantangan terberat Australia sejauh ini karena dimainkan di fase gugur. "Saya memperkirakan pertandingan ini akan lebih sulit dibandingkan laga-laga sebelumnya karena ini adalah babak gugur. Kami menghormati Mesir, tetapi saya juga merasa kami masih bisa bermain lebih baik," katanya. Australia dipastikan kehilangan Mathew Leckie dan Jacob Italiano yang telah meninggalkan skuad akibat cedera sejak awal turnamen.
Di kubu Mesir, kondisi penyerang andalan Mohamed Salah masih diragukan setelah mengalami cedera
hamstring. Baca Juga: Harga Minyak Dunia Stabil, Harapan Perdamaian AS-Iran Tekan Risiko Pasokan Global Meski demikian, Popovic menegaskan timnya telah menyiapkan skenario jika Salah bermain maupun absen. "Kami mempersiapkan diri seolah Mohamed Salah akan bermain. Kami juga mempelajari opsi pemain lain yang bisa mengisi posisinya. Jadi kami siap menghadapi kedua kemungkinan tersebut," tutup Popovic.