Australia Catat Defisit Anggaran A$ 22,3 Miliar di Tahun Keuangan 2025/26



KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Australia melaporkan defisit anggaran final sebesar A$ 22,3 miliar atau setara US$ 15,65 miliar untuk periode tahun keuangan yang berakhir Juni 2026, lebih baik dari perkiraan sebelumnya, karena belanja yang lebih rendah dan penerimaan pajak yang lebih kuat meningkatkan pendapatan pemerintah, kata Departemen Keuangan pada hari Senin (28/9/2026).

Angka dari Hasil Anggaran Akhir 2025/26 menunjukkan defisit sekitar 0,8% dari produk domestik bruto (PDB) tetapi lebih kecil dari perkiraan defisit sebesar A$ 28,3 miliar pada awal tahun ini, kata Departemen Keuangan.

Bandingkan dengan defisit A$ 10 miliar pada tahun keuangan 2024/25 yang mengakhiri surplus selama dua tahun.


Baca Juga: Indeks Nikkei Jepang Melemah Tipis, Investor Hati-hati Jelang Laporan Kinerja Micron

Posisi anggaran membaik karena pembayaran yang lebih rendah di berbagai program kesejahteraan dan penerimaan pajak yang lebih baik dari perkiraan dari dunia usaha dan pendapatan investasi yang diperoleh dana pensiun, kata Departemen Keuangan.

“Meskipun terdapat peningkatan yang sangat baik dalam anggaran, kami tahu bahwa tekanan semakin meningkat dan bukannya berkurang,” kata Bendahara Jim Chalmers pada konferensi pers, seperti dikutip dari Reuters.

Pemerintah pada awal tahun memperkirakan defisit anggaran akan melebar hingga A$ 31,5 miliar pada tahun keuangan 2026/27, namun latar belakang fiskal menjadi suram sejak saat itu, dengan melemahnya obligasi global yang mendorong kenaikan imbal hasil (yield) jauh lebih tinggi dan meningkatkan biaya pinjaman bagi semua pemerintah.

Reserve Bank of Australia diperkirakan akan menaikkan suku bunga untuk keempat kalinya menjadi 4,6% pada hari Selasa untuk mengendalikan inflasi yang kaku dan memperlambat permintaan. Sementara itu, pasar tenaga kerja tetap tangguh, dengan tingkat pengangguran berada di angka 4,6%.