Australia dan Kanada Teken Kesepakatan Baru Mineral Kritis, Perkuat Aliansi G7



KONTAN.CO.ID - Australia dan Kanada menandatangani serangkaian perjanjian baru di bidang mineral kritis pada Kamis (5/3/2026).

Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan kerja sama tersebut mencakup kolaborasi Australia dalam aliansi mineral kritis G7.

Negara-negara Barat tengah berupaya mendiversifikasi rantai pasok mereka dari ketergantungan terhadap China, yang hingga kini masih menguasai sebagian besar produksi dan pemrosesan mineral kritis dunia. Mineral tersebut sangat penting untuk industri semikonduktor dan aplikasi pertahanan.


Baca Juga: Morgan Stanley Pangkas 2.500 Pekerja Meski Pendapatan Bank Cetak Rekor, Mengapa?

“Pagi ini kami menandatangani sejumlah perjanjian baru terkait mineral kritis, termasuk dalam konteks aliansi mineral kritis G7… kelompok terbesar cadangan mineral tepercaya dari negara-negara demokratis di dunia,” ujar Carney dalam pidatonya di parlemen Australia pada hari terakhir kunjungan tiga harinya. Ia tidak merinci lebih lanjut isi kesepakatan tersebut.

Aliansi G7 untuk mineral kritis merupakan inisiatif yang dipimpin Kanada guna mendiversifikasi dan mengamankan produksi serta pasokan global mineral strategis.

Perkuat Posisi Produsen Utama

Sebagai dua eksportir sumber daya besar, Australia dan Kanada bersama-sama memproduksi sekitar sepertiga lithium dan uranium global, serta lebih dari 40% bijih besi dunia.

Menteri Energi dan Pertambangan Kanada, Tim Hodgson, sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa cara terbaik mengatasi konsentrasi pasokan mineral kritis adalah melalui aliansi produksi atau “klub pembeli”, bukan sekadar menetapkan batas bawah harga.

Baca Juga: Harga Minyak Bertahan di Level Tinggi Seiring Meningkatnya Krisis Iran

Australia sendiri telah mengalokasikan dana sebesar A$1,2 miliar (sekitar US$850 juta) untuk membangun cadangan mineral kritis nasional, dimulai dengan antimon dan galium.

Menteri Sumber Daya Australia Madeleine King menyatakan bahwa kedua negara memiliki banyak peluang kolaborasi sebagai negara produsen mineral utama dunia.

Aliansi Kekuatan Menengah

Kunjungan Carney ke Australia merupakan bagian dari rangkaian lawatan ke kawasan Asia-Pasifik, termasuk ke Jepang dan India.

Lawatan tersebut bertujuan mempererat hubungan antara dua negara yang kerap disebut sebagai “kekuatan menengah”.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan pidato Carney di parlemen — yang menjadi pidato pertama pemimpin Kanada sejak 2007 — mencerminkan eratnya hubungan kedua negara.

Baca Juga: Apakah Serangan AS ke Iran Legal? Ini Penjelasan Para Pakar Hukum Dunia

“Australia dan Kanada adalah kekuatan menengah di dunia yang sedang berubah. Kita tidak bisa mengembalikan keadaan seperti dulu, tetapi kita bisa saling mendukung dan memperkuat satu sama lain,” kata Albanese.

Selain mineral kritis, kedua negara juga diperkirakan akan memperdalam kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan maritim, perdagangan, serta kecerdasan buatan.

Carney dalam pidatonya menekankan pentingnya solidaritas antarnegara kekuatan menengah di tengah rivalitas kekuatan besar global.

“Dalam dunia yang diwarnai persaingan kekuatan besar, negara-negara kekuatan menengah memiliki pilihan: bersaing untuk mendapatkan dukungan, atau bersatu untuk memperkuat diri,” ujarnya.