KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Pemerintah Australia akan mengalokasikan dana sebesar A$10 miliar (sekitar US$7,2 miliar) untuk meningkatkan cadangan bahan bakar nasional dan membentuk cadangan BBM milik pemerintah secara permanen. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan, langkah ini bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional di tengah risiko gangguan pasokan global, terutama akibat konflik di Timur Tengah.
Baca Juga: Bank Sentral Vietnam Pertahankan Target Inflasi 4,5% Meski Tekanan Harga Meningkat Cadangan baru tersebut ditargetkan mencapai sekitar 1 miliar liter, sehingga Australia dapat memiliki stok bahan bakar domestik setara minimal 50 hari kebutuhan. “Kebijakan ini untuk memastikan masyarakat Australia memiliki kepercayaan lebih dalam melindungi kedaulatan energi, tidak hanya saat krisis tetapi juga ke depan,” ujar Albanese dilansir
Reuters Rabu (6/5/2026). Respons Ketergantungan Impor Australia saat ini masih mengimpor sekitar 80% kebutuhan bahan bakarnya. Sejak konflik Timur Tengah meningkat, negara tersebut juga mengalami sejumlah gangguan pasokan di tingkat lokal. Sebagai bagian dari paket ketahanan energi, pemerintah akan mengalokasikan A$3,2 miliar untuk pembangunan cadangan BBM tersebut.
Baca Juga: Won Korea Selatan Pimpin Penguatan Mata Uang Asia Rabu (6/5) Pagi, Rupiah ke Rp17.370 Selain itu, kewajiban minimum stok bahan bakar bagi importir dan kilang akan dinaikkan dari sekitar 30 hari menjadi tambahan 10 hari, dengan biaya sekitar A$34,7 juta. Cadangan ini akan difokuskan untuk mengatasi kelangkaan di wilayah regional serta menjamin pasokan bagi sektor-sektor penting saat terjadi krisis. Dukungan untuk Stok dan Distribusi Pemerintah juga menyiapkan dana tambahan sebesar A$7,5 miliar untuk meningkatkan stok bahan bakar dan pupuk melalui berbagai skema, seperti pinjaman, penyertaan modal, jaminan, asuransi, hingga dukungan harga.
Baca Juga: AS Desak Resolusi Selat Hormuz Jadi Ujian bagi PBB, Minta China dan Rusia Tak Veto Menteri Energi Chris Bowen menyebut, Australia selama ini menjadi salah satu dari sedikit negara anggota International Energy Agency (IEA) yang belum memiliki cadangan BBM milik pemerintah. “Kami kini akan memiliki cadangan bahan bakar pemerintah sekitar 1 miliar liter, terutama untuk diesel dan bahan bakar jet, sebagai pelengkap stok minimum sektor swasta,” ujarnya. Menurut Bowen, kebijakan ini merupakan perubahan besar dalam strategi energi Australia dan dinilai sebagai langkah yang tepat untuk menghadapi ketidakpastian global.