KONTAN.CO.ID - Pemerintah Australia tengah mempertimbangkan langkah besar untuk merombak industri jasa akuntansi dengan memecah struktur empat firma akuntansi terbesar dunia (
Big Four) menyusul serangkaian skandal yang mengguncang kepercayaan publik. Melansir
Reuters dalam dokumen konsultasi yang dirilis Departemen Keuangan Australia pada Rabu (1/7/2026), pemerintah mengusulkan sejumlah reformasi, mulai dari pemisahan bisnis audit dan konsultasi, pembatasan jumlah mitra (partner), hingga menempatkan firma-firma tersebut di bawah pengawasan regulator pasar modal Australia.
Baca Juga: Kabar Skuad Timnas Inggris Jelang Lawan DR Kongo, Declan Rice Siap Kembali Usulan tersebut menyasar empat firma akuntansi global, yakni Deloitte, EY, KPMG, dan PwC, yang dinilai mengekspos kelemahan kerangka regulasi Australia setelah beberapa kasus besar mencuat dalam beberapa tahun terakhir. "Beberapa tahun terakhir, kita telah melihat perilaku sejumlah firma akuntansi, audit, dan konsultasi besar di Australia yang tidak adil dan tidak jujur," kata Asisten Menteri Keuangan Australia Daniel Mulino dalam sebuah pernyataan. Menurutnya, kondisi tersebut telah menggerus kepercayaan terhadap firma-firma tersebut sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas sistem yang selama ini menjaga integritas pasar. Reformasi yang diusulkan sebagian besar mengadopsi rekomendasi hasil penyelidikan parlemen setelah skandal kebocoran informasi pajak yang melibatkan PwC pada 2023. Dalam kasus tersebut, informasi rahasia mengenai kebijakan perpajakan pemerintah diduga digunakan untuk membantu memenangkan klien baru. Sementara itu, KPMG juga tengah menghadapi tuduhan dari pelapor internal (
whistleblower) yang menyebut perusahaan membagikan informasi rahasia perusahaan kepada calon klien sektor swasta dalam proses memperoleh kontrak audit.
Baca Juga: Kylian Mbappe Cetak Rekor Baru: Pencetak Gol Terbanyak Fase Gugur Piala Dunia Audit dan konsultasi berpotensi dipisah Salah satu opsi paling signifikan yang tengah dikaji pemerintah adalah pemisahan struktural (
structural separation), yakni mewajibkan firma memisahkan bisnis audit dari unit konsultasi. Alternatif lainnya adalah pemisahan operasional (
operational separation), yang melarang firma memberikan layanan audit dan jasa non-audit kepada klien yang sama guna menghindari benturan kepentingan. Saat ini, Big Four di Australia beroperasi sebagai kemitraan (
partnership), bukan perusahaan. Status tersebut membuat mereka tidak berada di bawah pengawasan langsung Australian Securities and Investments Commission (ASIC) yang memiliki persyaratan pelaporan lebih ketat. Sebaliknya, mereka hanya tunduk pada regulasi tingkat negara bagian. Mulino mengatakan, pemerintah juga akan mengkaji penurunan batas maksimal jumlah partner dalam firma akuntansi dari 1.000 menjadi 400, agar sejalan dengan batas yang berlaku di sektor jasa profesional lain seperti firma hukum.
Baca Juga: Boom Properti Australia Mulai Berakhir, Harga Rumah Turun Paling Dalam 3,5 Tahun Respons industri Deloitte menyatakan menyambut baik dokumen konsultasi tersebut dan siap berdiskusi mengenai berbagai langkah yang dapat memperkuat kepercayaan terhadap profesi akuntansi.
Sementara itu, CEO EY Oceania David Larocca mengatakan perusahaannya mendukung banyak opsi reformasi yang diusulkan pemerintah. "Kami memiliki peran penting dalam memulihkan dan menjaga kepercayaan terhadap sektor ini," ujarnya. Hingga berita ini ditulis, KPMG dan PwC belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar
Reuters. Pemerintah Australia membuka masa konsultasi publik atas usulan reformasi tersebut hingga 12 Agustus 2026.