KONTAN.CO.ID - VIENNA. Pemerintah koalisi tiga partai Austria yang dipimpin kelompok konservatif berencana memberlakukan larangan penggunaan media sosial bagi anak-anak di bawah usia 14 tahun. Rencana ini diumumkan pada Jumat (27/3/2026) sebagai langkah untuk melindungi anak dari dampak negatif dunia digital. Para anggota kabinet dari tiga partai yang berkuasa menyatakan telah mencapai kesepakatan prinsip terkait larangan tersebut. Kebijakan ini bertujuan melindungi anak-anak dari algoritma yang membuat kecanduan serta konten berbahaya, termasuk yang berkaitan dengan kekerasan seksual. Namun demikian, pemerintah belum dapat memastikan kapan aturan ini akan mulai diterapkan, dan masih membahas mekanisme pelaksanaannya. Wakil Kanselir Austria, Andreas Babler dari Partai Sosial Demokrat, menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi generasi muda.
Austria Rancang Larangan Media Sosial bagi Anak di Bawah 14 Tahun
KONTAN.CO.ID - VIENNA. Pemerintah koalisi tiga partai Austria yang dipimpin kelompok konservatif berencana memberlakukan larangan penggunaan media sosial bagi anak-anak di bawah usia 14 tahun. Rencana ini diumumkan pada Jumat (27/3/2026) sebagai langkah untuk melindungi anak dari dampak negatif dunia digital. Para anggota kabinet dari tiga partai yang berkuasa menyatakan telah mencapai kesepakatan prinsip terkait larangan tersebut. Kebijakan ini bertujuan melindungi anak-anak dari algoritma yang membuat kecanduan serta konten berbahaya, termasuk yang berkaitan dengan kekerasan seksual. Namun demikian, pemerintah belum dapat memastikan kapan aturan ini akan mulai diterapkan, dan masih membahas mekanisme pelaksanaannya. Wakil Kanselir Austria, Andreas Babler dari Partai Sosial Demokrat, menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi generasi muda.
TAG:
- Undang-Undang Media Sosial
- Perlindungan Anak Digital
- larangan media sosial anak
- Konten berbahaya anak
- Kebijakan media sosial anak
- Larangan media sosial Austria
- Dampak media sosial anak
- Pembatasan usia media sosial
- Bahaya algoritma media sosial
- Regulasi media sosial global
- Andreas Babler
- Alexander Proell