Autopedia Sukses Lestari (ASLC) Optimistis Bisa Cetak Laba di Tahun Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten yang bergerak di bidang usaha lelang dan perdagangan eceran mobil bekas, PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) yakin dapat mencatatkan laba bersih pada akhir tahun ini. Optimisme ini didorong oleh pemulihan daya beli masyarakat.

Untuk diketahui, selama semester I-2022 ASLC tercatat membukukan kerugian sebesar Rp 1,98 miliar. Di semester I 2021, ASCL masih meraih laba tahun berjalan Rp 16,37 miliar.

Direktur Utama PT Autopedia Sukses Lestari Tbk Jany Candra menuturkan, di tahun ini pihaknya juga menargetkan kenaikan pendapatan dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Target itu ditetapkan seiring dengan pertumbuhan bisnis diler mobil bekas online to offline dengan merek Caroline yang tengah dikembangkan perseroan.


"Selama semester I-2022, Caroline telah membukukan laba kotor sebesar Rp 63 miliar dan kami berharap ASLC juga akan mencatat laba bersih di akhir tahun 2022 seiring dengan pulihnya daya beli masyarakat di awal semester kedua ini," kata Jany kepada Kontan.co.id, Rabu (7/9).

Baca Juga: Penjualan Autopedia Sukses Lestari (ASLC) Melesat pada Semester I, Ini Pendorongnya

Dari sisi volume penjualan mobil, ASLC ingin meraih transaksi penjualan sebanyak 1.750-2.000 mobil hingga akhir tahun nanti. Dia mengklaim realisasinya masih sejalan dengan hasil kinerja perseroan selama enam bulan pertama tahun ini.

Untuk memaksimalkan kinerjanya, ASLC punya target untuk membuka 20 touchpoints (titik layanan untuk bisnis dealer mobil bekas) selama tahun ini. Namun, sampai semester kedua ini capaian tersebut telah terlampaui, di mana perusahaan secara total telah memiliki sebanyak 21 touch points per Agustus lalu.

Jany memerinci, pada semester pertama lalu ASLC berhasil membuka 16 touch points, lebih tinggi dari targer awal tahun yang hanya 8 touch points. Nah, pada bulan Agustus, ASLC kembali menambah 5 touch points baru sehingga secara total jumlahnya saat ini telah mencapai 21 touch points.

"Untuk semester II-2022 ini, sejak Agustus kami telah memiliki 21 touch points, maka bisa diharapkan bahwa kinerja kami akan lebih bagus daripada semester pertama," ujarnya.

Sebagai informasi, Autopedia meraih pertumbuhan pendapatan hingga 73% menjadi Rp 159,50 miliar sepanjang Januari-Juni 2022. Sementara pada semester yang sama tahun sebelumnya pendapatan perseroan hanya mencapai Rp 92,08 miliar.

Pendapatan Autopedia ditopang penjualan kendaraan bekas yang mencapai Rp 92,91 miliar. Di tahun 2021, belum ada pendapatan dari bisnis tersebut.

Selain pendapatan dari penjualan kendaraan bekas, ASLC juga punya kontribusi dari pendapatan lelang serta pendapatan administrasi lelang yang jumlahnya masing-masing sebesar Rp 37,84 miliar dan Rp 28,74 miliar.

Baca Juga: Autopedia Sukses Lestari (ASLC) Kembangkan Online to Offline Used Car Dealer

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat