Avanza dan Wuling jadi angkot tahun depan?



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan, menjelaskan tahun depan angkutan kota (angkot) akan direvitalisasi, khususnya untuk kendaraan mini bus. Langkah ini diambil sebagai penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang tertuang dalam Permenhub 29 Tahun 2015 dan diterakan mulai Februari 2018.

"Revitalisasi angkot kita sudah tidak pakai modifikasi karoseri, tapi langsung pabrikan. Artinya kita gunakan unit yang diproduksi oleh pihak Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM). Nah, untuk mereknya apa saja itu kita bebaskan ke tiap pihak pengelola atau pengusaha angkot," ucap Shafruhan kepada KompasOtomotif, Jumat (15/12).

Safruhan menjelaskan secara spesifikasi dari unit mobil yang akan digunakan untuk angkot tidak ada ubahan secara khusus, hanya saja bangku pada baris kedua di sebelah kiri akan dihilangkan sebagai akses keluar masuk penumpang. Pemilihan unit dari ATPM dilakukan untuk memberikan pelayanan lebih bagi masyarakat, selain itu dari sisi after sales juga lebih terjamin.


Menariknya, ketika ia mengirimkan foto dua sampel mobil dari pabrikan yang akan digunakan sebagai angkot, ternyata menggunakan Toyota Avanza dan Wuling, namun ia tidak ingin berbicara banayak soal detail kendaraan tersebut.

"Dua contoh ini sudah kita tunjukan ke Gubernur dan beliau mengapresiasi saat soft launching OK Otrip. Untuk tipenya apa nantilah, kita tidak jualan merek di sini, makanya tadi saya bilang koperasi bebas gunakan mereka apa saja asal itu unit pabrikan dan nyaman digunakan.," ujar Safruhan.

Jok hadap depan

Ketika mengkonfirmasi ke pihak Wuling, Dian Asmahani selaku Brand Manager SGMW Motor Indonesia, menjelaskan, memang ada proses diskusi dengan pihak Organda, namun belum ada informasi kelanjutannya.

"Memang ada pembicaraan ke sana, tapi secara official belum ada informasi dari sales fleet. Bentuk kerja sama dan nanti untuk modanya seperti apa juga belum," ucap Dian kepada KompasOtomotif, Jumat (15/12)

Sementara Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto, mengatakan secara detail belum ada gambaran, tapi dia menyakini bila pun digunakan unitnya mengambil dari model Transmover.

"Saat peluncuran awal saya sudah terangkan bahwa peruntukan Transmover untuk public transportation. Pengertianya kan bukan hanya untuk taksi saja. Untuk permintaan khusus dari Organda, saya belum tahu, tapi kalau hanya masalah melepas kuris sebelah kiri di baris kedua harusnya tidak masalah, mereka juga bisa melakukan sendiri," ucap Soerjo.

Terkait masalah jok hadap depan, Safruhan menjelaskan memang belum jadi keputusan resmi, tapi bagi Organda sendiri hal tersebut bukan sekadar wancana lagi. Pihaknya sudah menyampaikan ke Dinas Perhubungan dan penerapannya dilakukan melalui unit yang keluar langsung dari ATPM.

"Kita sudah sampaikan ke Dinas Perhubungan, mereka welcome. Kita juga bilang nantinya angkot tidak lagi mengejar kuantitas tapi kualitas, hal ini sejalan dengan program Gubernur mengenai OK Otrip karena sopir nanti akan mendapat pendapatan tetap, tidak lagi sistem setoran," ujar Safruhan.(Stanley Ravel)

Berita ini sudah dipublikasikan Kompas.com dengan judul: Avanza dan Wuling Jadi Angkot Tahun Depan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia