KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Avia Avian Tbk (AVIA) tetap melanjutkan strategi ekspansi meski industri cat masih dihadapkan tantangan di sisa tahun 2026, terutama dari sisi daya beli konsumen, volatilitas harga bahan baku, serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Head of Investor Relations Avia Avian, Andreas Timothy Hadikrisno, memaparkan
tantangan utama industri cat saat ini masih berasal dari kombinasi tekanan eksternal dan dinamika persaingan pasar yang ketat.
Dari sisi eksternal, volatilitas harga bahan baku masih menjadi perhatian utama, terutama karena sebagian bahan baku industri cat masih dipengaruhi oleh harga komoditas global, nilai tukar rupiah, serta ketegangan geopolitik yang dapat berdampak pada rantai pasok dan biaya impor.
Persaingan di industri cat juga semakin ketat, baik dari pemain besar maupun dari merek-merek lain yang bersaing di segmen harga tertentu.
Baca Juga: Avia Avian (AVIA) Cetak Kinerja Solid pada Kuartal I-2026, Ini Faktor Pendorongnya “Kondisi ini membuat perusahaan harus sangat disiplin dalam mengelola biaya, menjaga efisiensi operasional, dan memastikan strategi pengadaan bahan baku berjalan optimal,” ungkap Andreas, kepada Kontan.co.id, belum lama ini.
Untuk merespons tekanan biaya bahan baku tersebut, AVIA telah melakukan penyesuaian harga sebanyak dua kali pada tahun 2026 ini.
Langkah ini dilakukan secara terukur agar tetap dapat menjaga margin, namun di saat yang sama tetap mempertahankan daya saing produk di pasar.
Ia melanjutkan, pada tahun 2026 Avian Brands tetap melanjutkan strategi ekspansi, baik dari sisi jaringan distribusi, kapasitas produksi, maupun inovasi produk.
Dari sisi distribusi, perusahaan menargetkan penambahan sekitar tujuh hingga delapan pusat distribusi baru. Hingga kuartal pertama, perusahaan telah membuka dua pusat distribusi milik sendiri dan satu pusat distribusi mini. Selain itu, pabrik ketiga Avian Brands di Cirebon juga ditargetkan mulai commissioning pada tahun ini.
Baca Juga: Ekspansi, Avia Avian (AVIA) Perluas Jaringan Distribusi dan Bangun Pabrik Baru Inovasi produk juga terus dilakukan perusahaan. Hingga kuartal pertama lalu, AVIA telah meluncurkan tujuh produk baru di berbagai segmen.
“Hal ini menunjukkan komitmen Avian Brands untuk terus melengkapi portofolio produk, menjawab kebutuhan konsumen yang semakin beragam, dan memperkuat posisi Perseroan di berbagai kategori pasar cat dekoratif di Indonesia,” tambahnya.
Untuk mendukung berbagai strategi ekspansi tersebut, AVIA menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (Capex) rutin sekitar 2%-3% dari total penjualan.
Capex rutin dialokasikan untuk mendukung operasional serta peningkatan kapasitas secara berkelanjutan, antara lain untuk peningkatan fasilitas manufaktur, pengembangan sistem IT, pengadaan kendaraan distribusi, serta penambahan mesin tinting di toko bahan bangunan. Sementara itu, capex ekspansi difokuskan pada pembangunan pabrik ketiga di Cirebon. Pabrik ini akan memperkuat kapasitas produksi Perseroan, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendukung pertumbuhan jangka panjang Avian Brands.
Hingga kuartal pertama realisasi total capex AVIA mencapai sekitar Rp99 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp48 miliar merupakan capex rutin, sementara sekitar Rp50 miliar merupakan capex ekspansi.
“Realisasi ini masih sejalan dengan rencana Perseroan, dengan fokus utama pada kelanjutan pembangunan pabrik Cirebon serta penguatan infrastruktur operasional dan distribusi,” tandasnya.
Baca Juga: Avia Avian (AVIA) Optimistis Pendapatan Tumbuh 10% di Tengah Daya Beli Melemah Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News