Avian (AVIA) Kerek Target Penjualan 2026 Jadi 10%-14%, Siapkan Capex Rp 232 Miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Avia Avian Tbk (AVIA) menaikkan target pertumbuhan penjualan tahun penuh 2026 menjadi 10%–14% secara nilai rupiah. Perusahaan ini sebelumnya menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 6%–10%.

Head of Investor Relations PT Avia Avian Tbk Andreas Timothy Hadikrisno mengatakan, revisi target tersebut mempertimbangkan kenaikan harga produk yang telah dilakukan perusahaan sebanyak dua kali pada April dan Mei 2026.

Kenaikan harga tersebut dilakukan di tengah fluktuasi harga minyak mentah yang terdampak perang Iran. Meski demikian, target pertumbuhan volume penjualan AVIA tidak berubah dan tetap berada pada kisaran 4%–8%.


Baca Juga: Roadmap CNG 3 Kg Digodok, Industri Minta Perketat Pengawasan Hingga Sub Pangkalan

"Penyesuaian target pertumbuhan penjualan secara nilai tersebut mempertimbangkan dampak kenaikan harga yang telah dilakukan perusahaan ini pada tahun ini. Namun, kami tetap memperhitungkan kondisi makroekonomi dan daya beli konsumen yang belum sepenuhnya kondusif," ujar Andreas kepada Kontan, Senin (5/10/2026).

Memasuki semester II-2026, AVIA masih menghadapi tantangan dari sisi daya beli masyarakat, tingkat suku bunga serta tekanan terhadap nilai tukar rupiah. 

Sentimen konsumen yang relatif lemah dan kondisi makroekonomi turut menjadi faktor yang mempengaruhi pasar cat dekoratif.

Meski demikian, Avian Brands optimistis masih memiliki ruang untuk memperkuat pangsa pasar. Perusahaan ini mengandalkan jaringan distribusi yang mencakup seluruh wilayah Indonesia, portofolio produk serta strategi pertumbuhan yang dijalankan secara disiplin dan terukur.

Dari sisi profitabilitas, AVIA optimistis dapat mempertahankan kinerja pada tingkat yang sehat dan stabil. Strategi yang ditempuh mencakup disiplin harga, optimalisasi pengadaan dan persediaan serta peningkatan efisiensi operasional.

Untuk mendukung pertumbuhan, AVIA melanjutkan ekspansi secara terukur melalui penguatan pusat distribusi, perluasan jaringan ritel, inovasi produk serta strategi pemasaran dan penjualan.

Baca Juga: IMC Pelita Logistik (PSSI) Tambah 6 Kapal Baru untuk Angkut Dry Bulk

Hingga semester I-2026, perusahaan ini telah meluncurkan sembilan produk baru di berbagai segmen. Inovasi produk tersebut masih akan berlanjut pada semester II-2026.

Selain penambahan produk, AVIA juga terus memperluas portofolio produk yang memiliki sertifikasi Green Label. Perusahaan ini menyebut jumlah produk bersertifikasi Green Label terus bertambah dan kontribusinya terhadap penjualan juga meningkat.

Dari sisi distribusi, AVIA saat ini memiliki 151 pusat distribusi milik sendiri dan 32 pusat distribusi pihak ketiga. Jaringan tersebut melayani lebih dari 60.000 pelanggan di seluruh Indonesia.

Menurut Andreas, penguatan jaringan distribusi dilakukan untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan kualitas layanan dan menjaga ketersediaan produk.

"Ekspansi AVIA akan tetap dilakukan secara terukur melalui penguatan pusat distribusi, perluasan jaringan ritel, inovasi produk, serta berbagai strategi pemasaran dan penjualan," ujarnya.

Perusahaan ini menilai jaringan distribusi dan portofolio produk menjadi salah satu penopang untuk menangkap peluang pertumbuhan pasar sekaligus memperkuat daya saing AVIA dalam jangka panjang.

Baca Juga: IMC Pelita Logistik (PSSI) Tambah 6 Kapal Baru untuk Angkut Dry Bulk

Sejalan dengan ekspansi bisnis, AVIA juga terus menjalankan belanja modal atau capital expenditure (capex) pada 2026. Hingga semester I-2026, realisasi total capex perusahaan mencapai sekitar Rp 232 miliar.

Realisasi tersebut terdiri atas sekitar Rp121 miliar capex rutin dan sekitar Rp112 miliar capex ekspansi.

Capex rutin AVIA dialokasikan untuk mendukung operasional dan peningkatan kapasitas secara berkelanjutan. Penggunaan capex tersebut antara lain mencakup peningkatan fasilitas manufaktur, pengembangan sistem teknologi informasi, pengadaan kendaraan distribusi serta penambahan mesin tinting di toko bahan bangunan.

Untuk sepanjang 2026, capex rutin diperkirakan berada di kisaran 2%–3% dari total penjualan. Salah satu fokus capex rutin adalah ekspansi mesin tinting. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat penetrasi pasar, meningkatkan layanan kepada toko serta memperluas ketersediaan produk tinting bagi konsumen.

Sementara itu, capex ekspansi terutama diarahkan untuk pembangunan pabrik ketiga AVIA di Cirebon. Pabrik tersebut ditujukan untuk memperkuat kapasitas produksi sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

Andreas mengatakan, realisasi capex hingga semester I-2026 masih sejalan dengan rencana perusahaan. Fokus utama belanja modal saat ini berada pada kelanjutan pembangunan pabrik Cirebon serta penguatan infrastruktur operasional dan distribusi.

Baca Juga: Central Omega Resources (DKFT) Pasang PLTS di Tambang Nikel Morowali Utara

Dengan strategi tersebut, AVIA tetap melanjutkan ekspansi di tengah kondisi pasar cat yang masih menghadapi tekanan daya beli dan faktor makroekonomi. Perusahaan ini juga mempertahankan target pertumbuhan volume 4%–8%, sementara target pertumbuhan penjualan secara nilai dinaikkan menjadi 10%–14% untuk tahun 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News