JAKARTA. Komite Ekonomi Nasional (KEN) dinilai memiliki fungsi strategis dan penting bagi pemerintahan. Pada era presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), KEN merupakan lembaga independen yang memiliki dua fungsi utama terkait dengan kondisi perekonomian. Pengamat ekonomi yang dulu juga pernah menjabat sebagai Sekretaris KEN Aviliani mengatakan, dua fungsi tersebut adalah memberikan masukan kepada Presiden terkait dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), serta permasalahan perekonomian baik domestik maupun luar negeri. Masukan dari KEN sendiri sangat tergantung dengan sosok pemimpinnya. Selain itu, keanggotaan dari KEN juga harus beragam dari berbagai unsur seperti akademisi, pengusaha, pengamat. "Sehingga antara implementasi dan pemikir seimbang," kata Aviliani, Senin (7/9).
Aviliani siap ditunjuk lagi jadi anggota KEN
JAKARTA. Komite Ekonomi Nasional (KEN) dinilai memiliki fungsi strategis dan penting bagi pemerintahan. Pada era presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), KEN merupakan lembaga independen yang memiliki dua fungsi utama terkait dengan kondisi perekonomian. Pengamat ekonomi yang dulu juga pernah menjabat sebagai Sekretaris KEN Aviliani mengatakan, dua fungsi tersebut adalah memberikan masukan kepada Presiden terkait dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), serta permasalahan perekonomian baik domestik maupun luar negeri. Masukan dari KEN sendiri sangat tergantung dengan sosok pemimpinnya. Selain itu, keanggotaan dari KEN juga harus beragam dari berbagai unsur seperti akademisi, pengusaha, pengamat. "Sehingga antara implementasi dan pemikir seimbang," kata Aviliani, Senin (7/9).