Avrist Assurance Nilai Agen Asuransi Punya Peran Penting bagi Kinerja Perusahaan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Avrist Assurance menilai tenaga pemasar atau agen asuransi memiliki peran penting bagi perusahaan. Direktur Bisnis Avrist Assurance, Aldi Rinaldi mengatakan agen berperan penting karena saat ini, penjualan produk asuransi masih mengandalkan tatap muka. 

Selain itu, kanal keagenan sejauh ini masih menjadi tulang punggung pendapatan premi bagi Avrist Assurance, sehingga dibutuhkan juga peran agen dalam mendorong kinerja perusahaan.

"Penjualan asuransi harus face-to-face ya. Sekarang, jalur distribusi agensi itu masih menjadi backbone. Oleh karena itu, banyak juga perusahaan-perusahaan lain yang agresif mengembangkan agensi," katanya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2026).


Aldi menjelaskan peran agen bisa dikembangkan secara organik dan nonorganik untuk menggaet nasabah. Dia mengatakan pihaknya akan mengoptimlakan peran agen dengan metode organik untuk mendorong kinerja. 

Baca Juga: OJK Catat Jumlah Agen di Industri Asuransi 390.217 Orang per Akhir November 2025

Asal tahu saja, pemasaran organik adalah pendekatan yang membangun hubungan, reputasi, dan kepercayaan secara alami dalam jangka panjang tanpa menggunakan iklan berbayar. Sementara itu, pemasaran anorganik adalah pendekatan yang agresif dan berbayar untuk mendapatkan nasabah baru secara cepat, seperti melalui digital advertisement dan sponsorship.

Dengan jumlah agen yang dimiliki sejumlah 2.200 sejauh ini, Avrist Assurance mendorong agar agen bisa lebih mandiri dan mengoptimalkan penjualan produk secara langsung.

"Kalau kami akan memilih yang lebih organik. Jadi, kami mengembangkan agen yang sudah ada sebanyak 2.200, menjadi agen yang lebih mandiri, independen, bisa melakukan penjualan. Paling penting buat kami adalah aktif melakukan penjualan setiap bulan," tuturnya.

Aldi menerangkan alasan lebih memilih peran agen secara organik, karena lewat cara nonorganik saat ini masih terbilang menantang. Dia bahkan menilai sejauh ini, belum ada perusahaan asuransi yang sangat sukses dengan metode anorganik, kecuali memang punya kekuatan modal yang cukup besar untuk investasi.

Baca Juga: Agen Asuransi Jiwa Bertambah, Premi Justru Turun, Ini Penyebabnya

"Sama seperti perusahaan start-up yang baru keluar, burning money. Sama halnya dengan mengembangkan agensi, yakni diberi insentif yang besar di depan, tetapi hasil setelah itu agensi belum bisa mengembalikan hasil daripada uang yang dibakar," ungkapnya.

Aldi menambahkan total 2.200 agen yang dimiliki Avrist sudah semuanya terdaftar dan berlisensi di Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI).

Terkait kinerja, dia menjelaskan pendapatan premi Avrist Assurance mayoritas berasal dari produk tradisional per akhir 2025. Dia menerangkan pihaknya masih akan berfokus untuk mengoptimalkan produk tradisional pada 2026.

"Ya, kami fokus pada produk tradisional. Per akhir 2025, porsi kami juga masih banyak di produk-produk tradisional atau sekitar 80% merupakan produk tradisional," ucap Aldi.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di situs resmi, Avrist Assurance membukukan pendapatan premi sebesar Rp 469,29 miliar. Sementara itu, hasil investasi yang dicatat sebesar Rp 418,49 miliar, sedangkan laba setelah pajak sebesar Rp 113,99 miliar per akhir 2025. 

Baca Juga: Avrist Mantapkan Sinergi Internal Dorong Pertumbuhan Tahun 2026

Selanjutnya: Pelaku Usaha Petakan Ulang Strategi di Tengah Tekanan Ekonomi Global 2026

Menarik Dibaca: Kadar Asam Urat Tinggi? Coba 5 Minuman Ini Tiap Pagi!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News