Avrist General Insurance Catat Klaim Bencana Sumatra Sebesar Rp 100 Miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Avrist General Insurance mencatat total klaim Rp 100 miliar untuk bencana alam banjir yang terjadi di wilayah Sumatra yang terjadi pada akhir tahun 2025 yang lalu.

Kendati begitu, beban yang harus ditanggung perusahaan masih terbilang kecil lantaran sebagian besar risiko telah dialihkan melalui reasuransi. Selain itu, imbas bencana Sumatra juga tidak terlalu signifikan dari sisi retensi.

"Kira-kira Rp 100 miliar (klaim), tapi yang retensi kita hanya Rp3,2 miliar dan selebihnya reasuransikan kembali," ujar Direktur Utama Avrist General Insurance, Dwi Wahyuni di acara One Avrist Synergy, Kamis (3/9/2026).


Baca Juga: Pencadangan CIMB Niaga Masih Tinggi, Berikut Alasannya

Sementara itu, terkait bencana gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kebakaran hutan di Kalimantan baru-baru ini, ia berkata keduanya tidak memberi dampak pada perusahaan.

Ia menegaskan, banjir di Sumatra menjadi bencana alam yang paling berdampak terhadap perusahaan dalam beberapa waktu terakhir.

Di sisi lain, perusahaan juga tetap melakukan sejumlah mitigasi risiko bencana alam. Namun, upaya ini tetap membutuhkan dukungan dari pemerintah sebab bencana merupakan risiko yang berasal dari faktor alam.

Selain itu, perusahaan juga melakukan mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, antara lain melalui imbauan agar tidak membuang sampah sembarangan maupun melakukan pembukaan lahan di kawasan hutan.

Sebagai informasi, hingga Juni 2026 tingkat Risk Based Capital (RBC) Avrist General Insurance juga berada pada level 210% atau jauh di atas ambang batas regulator yang sebesar 120%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News