JAKARTA. Kredit bermasalah yang naik sampai Februari 2017 membuat tren hapus buku meningkat pada awal tahun. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sampai Februari 2017 tercatat jumlah hapus buku (write off) kredit bermasalah 12 bank besar mencapai Rp 4,4 triliun, naik 175% secara tahunan atau year on year (yoy). Menurut OJK penyumbang kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) terbesar adalah dari sektor komersial. “Dua industri yang paling berkontribusi terhadap kredit bermasalah bank besar adalah dari pertambangan, konstruksi dan sektor turunannya,” ujar Nelson Tampubolon Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Rabu (5/4). Berdasarkan data Mandiri Sekuritas, ada tiga bank yang melakukan hapus buku terbesar pada dua bulan pertama 2017 ini. Tiga bank tersebut adalah Bank Mandiri, BRI dan CIMB Niaga.
Awal 2017 tren hapus kredit meningkat
JAKARTA. Kredit bermasalah yang naik sampai Februari 2017 membuat tren hapus buku meningkat pada awal tahun. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sampai Februari 2017 tercatat jumlah hapus buku (write off) kredit bermasalah 12 bank besar mencapai Rp 4,4 triliun, naik 175% secara tahunan atau year on year (yoy). Menurut OJK penyumbang kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) terbesar adalah dari sektor komersial. “Dua industri yang paling berkontribusi terhadap kredit bermasalah bank besar adalah dari pertambangan, konstruksi dan sektor turunannya,” ujar Nelson Tampubolon Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Rabu (5/4). Berdasarkan data Mandiri Sekuritas, ada tiga bank yang melakukan hapus buku terbesar pada dua bulan pertama 2017 ini. Tiga bank tersebut adalah Bank Mandiri, BRI dan CIMB Niaga.