Awal 2026 Cetak Rekor, Prospek Emas US$5.000 per Ons Makin Terbuka



KONTAN.CO.ID - Tren penguatan harga emas dan perak kembali berlanjut pada awal 2026.

Harga emas dunia bahkan menembus rekor baru di atas US$4.600 per ons troi troi, memicu proyeksi dari sejumlah broker besar bahwa emas berpeluang mencapai US$5.000 per ons troi tahun ini, seiring menguatnya faktor geopolitik dan makroekonomi global.

Pada perdagangan Senin (12/1/2026), harga emas spot sempat menyentuh US$4.629,94 per ons troi, sementara harga perak melonjak ke rekor tertinggi US$86,22 per ons troi.


Baca Juga: Fluktuasi Harga Minyak Bayangi Kinerja Energi Mega Persada (ENRG) pada 2026

Dalam 13 hari pertama 2026 saja, harga emas telah menguat lebih dari 6%, melanjutkan reli tajam setelah melonjak 64% sepanjang 2025.

Sejumlah lembaga keuangan memproyeksikan emas dapat menembus level US$5.000 per ons troi tahun ini, ditopang oleh permintaan aset aman di tengah ketegangan geopolitik, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter, arus masuk dana ETF, serta pembelian agresif oleh bank sentral.

Faktor Geopolitik dan Makroekonomi

Lonjakan harga emas dipicu meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap independensi bank sentral AS (Federal Reserve), setelah Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump sempat mengancamnya dengan tuntutan pidana.

Ketidakpastian politik global juga membayangi pasar, mulai dari penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh militer AS, ancaman Trump untuk mengambil alih Greenland, hingga pertimbangan AS untuk ikut campur dalam konflik dan kerusuhan di Iran.

Baca Juga: Kinerja Medco Energi (MEDC) Diperkirakan Tetap Solid, Simak Rekomendasi Sahamnya

“Dalam lingkungan seperti ini, aset riil kembali menjadi pilihan utama. Aturan lama seolah tidak berlaku lagi, dan logam mulia mencerminkan kondisi tersebut,” ujar analis independen logam mulia Ross Norman.

Selain itu, emas juga mendapat dorongan dari ekspektasi penurunan suku bunga AS, yang akan menurunkan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas.

“Jika risiko geopolitik bertahan dan ekspektasi pemangkasan suku bunga AS tetap kuat, emas berpeluang menembus level US$4.600 secara lebih berkelanjutan dalam beberapa pekan ke depan,” kata Tim Waterer, Kepala Analis Pasar KCM Trade.

Dorongan dari ETF dan Bank Sentral

Permintaan emas oleh bank sentral global telah tinggi selama empat tahun terakhir dan diperkirakan berlanjut hingga 2026.

Bank sentral China, misalnya, memperpanjang pembelian emasnya hingga bulan ke-14 berturut-turut pada Desember, dengan total kepemilikan mencapai 74,15 juta ons troi.

Baca Juga: Rally Saham Konglomerat Mulai Terbatas, Investor Incar Saham Undervalued

Seiring harga emas mencetak rekor sebanyak 53 kali sepanjang 2025, arus dana masuk ke exchange-traded fund (ETF) emas fisik melonjak tajam hingga US$89 miliar, tertinggi sepanjang sejarah, menurut World Gold Council.

Kepemilikan ETF emas terbesar dunia, termasuk SPDR Gold Trust di New York, mencapai 1.073,41 ton pada 29 Desember, level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun.

Momentum Lanjutan Perak

Harga perak juga menunjukkan performa luar biasa setelah melonjak 147% sepanjang 2025. Kenaikan ini didorong oleh kuatnya permintaan investasi, masuknya perak ke dalam daftar mineral kritis AS, keterbatasan kapasitas pemurnian, serta defisit struktural pasokan global.

“Volatilitas masih berpotensi terjadi, tetapi jika kondisi bertahan seperti sekarang, harga perak bisa segera mendekati US$90 per ons troi,” ujar analis komoditas ANZ, Soni Kumari.

Baca Juga: BEI Suspensi Saham PADI, RMKE, PPGL, LMAX, Begini Rekomendasinya

Konsultan Metals Focus bahkan memprediksi harga perak berpotensi menembus tiga digit pada 2026, mengingat ukuran pasar perak yang lebih kecil membuat pergerakan harga menjadi lebih ekstrem ketika terdorong faktor makro yang sama dengan emas.

Sementara itu, HSBC memperkirakan harga perak bergerak di kisaran US$58–US$88 per ons troi pada 2026, namun mengingatkan adanya risiko koreksi di paruh akhir tahun seiring meredanya kendala pasokan.

Selanjutnya: Pembiayaan Syariah Adira Finance Tumbuh 16% YoY, Tembus Rp 9 Triliun

Menarik Dibaca: Hujan Sangat Deras Guyur Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (14/1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News