Awal Puasa Berpotensi Beda Hari, Banyak Negara Mulai 1 Ramadhan 19 Februari 2026
Sabtu, 14 Februari 2026 08:05 WIB
Oleh: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Awal puasa Ramadhan di Indonesia berpotensi beda hari antara Muhammadiyah dan Pemerintah. Perbedaan awal puasa ternyata juga terjadi di banyak negara. Ada negara yang menetapkan awal puasa pada 18 Februari 2026. Banyak pula negara yang menetapkan awal puasa pada 19 Februari 2026. Diberitakan Kompas.com, sejumlah negara telah resmi menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah atau Ramadhan 2026. Mayoritas negara memulai puasa pada Kamis, 19 Februari 2026, setelah mempertimbangkan hasil hisab (perhitungan astronomi) serta kemungkinan rukyatul hilal.
Seperti diketahui, kalender Islam menggunakan sistem lunar atau berbasis peredaran bulan. Awal bulan Hijriah ditentukan melalui pengamatan hilal (bulan sabit muda). Perbedaan metode—antara rukyat lokal, rukyat global, dan hisab astronomi—kerap menyebabkan selisih satu hari antarnegara. Baca Juga: Laba Bank Besar 2025 Masih Tumbuh, BCA Cetak Tertinggi Rp 57,5 Triliun Mayoritas Negara Teluk Mulai 19 Februari 2026 Di kawasan Teluk (GCC), sejumlah negara telah mengonfirmasi awal Ramadhan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Oman menjadi salah satu negara pertama di kawasan tersebut yang mengumumkan secara resmi bahwa 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 19 Februari. Komite rukyat setempat menyatakan bulan sabit tidak mungkin terlihat pada 29 Syaban karena posisi bulan terbenam sebelum atau bersamaan dengan matahari di seluruh wilayah Oman. Di Uni Emirat Arab, awal Ramadhan juga diperkirakan pada Kamis, 19 Februari, berdasarkan penjelasan otoritas urusan Islam di Dubai. Penetapan resmi tetap menunggu hasil rukyat, namun perhitungan astronomi menunjukkan hilal tidak mungkin terlihat pada 17 Februari 2026. Negara-negara seperti Arab Saudi, Yordania, dan Mesir diperkirakan mengikuti pola serupa, yakni menggenapkan Syaban menjadi 30 hari karena posisi hilal berada di bawah batas visibilitas (Danjon limit). Baca Juga: Resmi! BI Buka Pemesanan Penukaran Uang Baru THR Lebaran, Klik Pintar.bi.go.id Turki dan Singapura Gunakan Metode Hisab Beberapa negara telah menetapkan tanggal awal Ramadhan berdasarkan metode perhitungan astronomi (hisab). Turki menetapkan Kamis, 19 Februari 2026 sebagai awal Ramadhan. Otoritas keagamaan setempat menggunakan data astronomi untuk menentukan kemungkinan visibilitas hilal. Karena hilal dinilai tidak mungkin terlihat pada 17 Februari, maka awal puasa ditetapkan setelah genap 30 Syaban. Singapura juga mengumumkan 19 Februari sebagai hari pertama Ramadhan. Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS) menyatakan bulan terbenam sebelum matahari pada hari pengamatan, sehingga hilal mustahil terlihat dari wilayah tersebut. Australia Ikut Tetapkan 19 Februari 2026 Di kawasan Oseania, Australia melalui Dewan Fatwa Australia mengumumkan Ramadhan 1447 H dimulai Kamis, 19 Februari 2026. Grand Mufti Australia, Dr Ibrahim Abu Mohamad, menjelaskan bahwa berdasarkan perhitungan astronomi, bulan baru muncul setelah matahari terbenam pada 17 Februari, sehingga tidak memungkinkan awal Ramadhan dimulai malam itu. Malam pertama salat tarawih akan dilaksanakan pada Rabu, 18 Februari 2026 setelah Isya. Pakistan Masih Menunggu Rukyatul Hilal Berbeda dengan negara-negara di atas, Pakistan masih menunggu konfirmasi resmi dari otoritas rukyat nasional. Departemen Meteorologi Pakistan menyatakan bulan baru lahir pada 17 Februari pukul 17.01 waktu setempat. Secara astronomi, terdapat kemungkinan hilal dapat terlihat pada 18 Februari malam. Jika rukyat berhasil, maka Ramadhan berpotensi dimulai lebih awal pada Rabu, 18 Februari 2026. Namun demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan otoritas keagamaan setempat. Tonton: Masyita Crystallin Tinggalkan Kemenkeu, Kini Perkuat Danantara Mengapa Awal Ramadhan 2026 Bisa Berbeda? Perbedaan awal Ramadhan terjadi karena metode yang digunakan tiap negara tidak selalu sama, yakni: 1. Rukyatul hilal lokal 2. Rukyatul hilal global 3. Perhitungan astronomi (hisab) Pada 2026, kondisi astronomi menunjukkan bulan terbenam sebelum matahari di banyak wilayah pada 17 Februari. Selain itu, jarak sudut antara bulan dan matahari berada di bawah batas minimal visibilitas (Danjon limit), sehingga secara teori hilal mustahil terlihat. Fenomena gerhana matahari cincin yang terjadi pada periode yang sama semakin menguatkan analisis bahwa hilal belum dapat diamati di sebagian besar kawasan. Ramadhan 2026 Diperkirakan 29 Hari Sejumlah otoritas memperkirakan Ramadhan 2026 akan berlangsung selama 29 hari. Namun seperti biasa, lama bulan suci tetap bergantung pada hasil rukyatul hilal di akhir Ramadhan untuk menentukan 1 Syawal 1447 H atau Hari Raya Idulfitri 2026. Dengan semakin banyaknya negara yang telah mengumumkan awal puasa pada 19 Februari 2026, umat Islam di berbagai belahan dunia mulai mempersiapkan diri—baik secara spiritual maupun sosial—menyambut bulan penuh berkah ini. Meski berbeda satu hari di beberapa wilayah, semangat Ramadhan tetap sama: memperbanyak ibadah, refleksi diri, serta memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap sesama. Tonton: KSAL Targetkan Kapal Induk Pertama RI Tiba di Indonesia Sebelum HUT TNI Awal Puasa 2026 Menurut Muhammadiyah Organisasi keagamaan Muhammadiyah telah menetapkan secara resmi bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid dengan metode hisab hakiki dan berpedoman pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sebagaimana tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025. Berdasarkan perhitungan astronomi: - Ijtimak jelang Ramadhan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01.09 UTC - Saat matahari terbenam, kriteria visibilitas hilal PKG 1 belum terpenuhi - Setelah pukul 24.00 UTC, kriteria PKG 2 terpenuhi di wilayah daratan Amerika - Tinggi bulan mencapai 5°23’35” dan elongasi 8°00’11” Dengan prinsip kesatuan matlak global, Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan berlaku serentak di seluruh dunia pada 18 Februari 2026. Kalender Puasa Ramadhan 2026 Versi Muhammadiyah Berdasarkan penetapan Muhammadiyah, berikut jadwal penting Ramadhan 1447 Hijriah: - 1 Ramadhan: Rabu, 18 Februari 2026 - 10 Ramadhan: Jumat, 27 Februari 2026 - 15 Ramadhan: Rabu, 4 Maret 2026 - 20 Ramadhan: Senin, 9 Maret 2026 - 25 Ramadhan: Sabtu, 14 Maret 2026 - 29 Ramadhan: Rabu, 18 Maret 2026 - 30 Ramadhan: Kamis, 19 Maret 2026 - 1 Syawal / Idul Fitri: Jumat, 20 Maret 2026 Tonton: AS Kerahkan CN 235 Buatan Indonesia dalam Penangkapan Maduro Awal Puasa 2026 Menurut Pemerintah Pemerintah melalui kalender resmi 2026 yang dirilis Kementerian Agama memperkirakan awal puasa Ramadhan 2026 jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Perhitungan ini mengacu pada kriteria MABIMS (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Meski sudah ada perkiraan, pemerintah tetap akan menetapkan 1 Ramadhan 1447 H melalui sidang isbat yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Syakban 1447 H atau 17 Februari 2026, dengan metode gabungan hisab dan rukyatul hilal. Tonton: Aturan Baru Menkeu, DJP Dikecualikan dari Pembatasan Jabatan Awal Puasa 2026 Menurut NU Hingga saat ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) belum menetapkan tanggal awal puasa Ramadhan 2026. NU menggunakan metode Hisab Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU), yakni kombinasi perhitungan astronomi dan pengamatan hilal secara langsung. Seperti pemerintah, NU akan melakukan rukyatul hilal pada 29 Syakban 1447 H untuk menentukan awal Ramadhan. Sumber: https://cahaya.kompas.com/aktual/26B13210845590/daftar-negara-negara-yang-sudah-menetapkan-awal-ramadhan-2026-mayoritas-mulai-19?source=sorotan