Awal Ramadhan Beda: Menag Ajak Umat Islam Kuatkan Persatuan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meminta umat Islam menganggap perbedaan awal Ramadhan 1447 Hijriah atau 2026 masehi sebagai satu wujud persatuan yang sangat indah.

Menurut Nasaruddin, Indonesia sudah berpengalaman dalam hal perbedaan, tetapi tetap utuh dalam sebuah persatuan.

Baca Juga: Status PBI JKN Berubah Tiba-tiba? Pemerintah Buka Jalur Sanggah Resmi


"Indonesia sudah berpengalaman berbeda, tapi tetap utuh dalam sebuah persatuan yang sangat indah," tutur Nasaruddin dalam jumpa pers sidang isbat 1 Ramadhan 1447 H, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026).

Oleh karena itu, Nasaruddin berharap, hasil sidang isbat yang baru saja disepakati bersama ini dapat menjadi simbol kebersamaan umat Islam di Indonesia.

Dengan perbedaan awal Ramadhan, Imam Besar Masjid Istiqlal ini juga menaruh harapan besar agar tidak merusak persatuan dan kesatuan antarumat Islam di Indonesia.

"Seandainya ada di antara umat Islam yang mungkin akan melakukan hal yang berbeda, sesuai kami mengimbau pada seluruh masyarakat, mari perbedaan tidak menyebabkan berpisah atau dalam arti negatif," kata dia.

Baca Juga: Dana Rp 600 Ribu BPNT Tahap 1 Masuk Rekening, Segera Cek Saldo!

Perberdaan Awal Ramadhan

Seperti diketahui, pemerintah menetapkan 1 Ramadhan 2026 Masehi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, sedangkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026.

Keputusan pemerintah ini diambil karena pemantauan hilal di sejumlah titik di Indonesia tidak memenuhi kriteria MABIMS yang dipedomani oleh pemerintah Indonesia.

Berdasarkan kriteria MABIMS, tinggi hilal minimum 3 dan elongasi minimum 6,4 derajat.

Baca Juga: BPS Ground Check 11 Juta Peserta PBI JKN, Target Rampung 14 Maret 2026

Sementara, hasil pemantauan hilal menunjukkan bahwa sudut elongasi yang ada masih sangat minim, yakni 0 derajat 56 menit 23 hingga 1 derajat 53 menit 36 detik.

"Berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis 19 Februari 2026," ujar Nasaruddin.

Sementara itu, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026 berdasarkan penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang kini sepenuhnya diadopsi organisasi tersebut.

Baca Juga: 1 Ramadhan 19/2/2026, Ini Sistem Pembelajaran Sekolah di Bulan Puasa Menurut SEB

Melalui pendekatan astronomi global, Muhammadiyah menerapkan prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia sehingga awal bulan hijriah tidak lagi bergantung pada lokasi geografis masing-masing negara.

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/02/17/21065941/soal-awal-ramadhan-menag-indonesia-berpengalaman-berbeda-tetapi-tetap-utuh.

Selanjutnya: Bukan Mangoesky Lagi, Ini Nama Baru Internet Satelit Telkomsat

Menarik Dibaca: Sambut Ramadhan 2026, Kirim Doa Terbaik Lewat 35 Ucapan Penuh Berkah Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News