Awal tahun depan, Medco Power masuk ke ekosistem kendaraan listrik (EV)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Medco Power Indonesia (MPI) bakal menggenjot pengelolaan pembangkit dan infrastruktur ketenagalistrikan berbasis energi bersih. Salah satu strateginya dengan menggarap ekosistem kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV)

Direktur Utama PT Medco Power Indonesia, Eka Satria, membeberkan empat pilar bisnis MPI, yakni gas to power, geothermal, renewables dan jasa operasi dan pemeliharaan (O&M). Untuk mendorong transisi energi, MPI akan mengusung dekarbonisasi, gas sebagai transisi, elektrifikasi, penyimpanan energi (storage), digitalisasi dan desentralisasi.

Selain dari sisi pembangkitan listrik, anak usaha PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) ini juga menjajaki EV Ecosystem untuk memenuhi kebutuhan kendaraan listrik yang diproyeksi bakal berkembang pesat. Targetnya, EV ecosystem Medco Power akan dibangun di Jakarta, Batam dan Bali.


Baca Juga: Medco Power akan tingkatkan kapasitas pembangkit hingga 5.000 MW dalam 5 tahun

Namun Eka belum membeberkan secara detail skema EV ecosystem yang akan dibangun MPI, jumlah infrastruktur yang akan disediakan, maupun besaran investasinya. Yang pasti, peluncuran pertama EV ecosystem MPI rencananya akan dilakukan di Jakarta, pada Januari tahun depan.

"Insya Allah nanti bulan Januari kita akan launching EV Ecosystem kita yang pertama dan charging station," kata Eka dalam media gathering yang digelar secara daring, Selasa (8/12).

Saat ini MPI mengelola dan mengoperasikan 3.796 MW baik lewat pembangkit sendiri (IPP) maupun O&M. Eka optimistis bisa meningkatkan kapasitas jadi 5.000 MW dalam lima tahun ke depan.

Medco Power pun akan fokus mengembangkan enam jenis energi bersih. Yakni gas/LNG to power, panas bumi, energi surya, energi hydro dan mini hydro, energi angin, hingga masuk ke eksosistem kendaraan listrik (EV). Secara keseluruhan ada empat pilar bisnis Medco Power yakni gas to power, geothermal, renewables dan O&M services.

"Pilar ekonomi dan kehidupan adalah listrik. Kami percaya bahwa setelah Covid-19 berakhir, pertumbuhan listrik akan kembali naik dan permintaan ke depan akan bersifat clean. Kami akan berfokus di portofolio energi bersih dan terbarukan," pungkas Eka.

Selanjutnya: Hilmi Panigoro bicara soal rencana IPO Amman Mineral dan Medco Power

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari