LHOKSEUMAWE. PT Pertamina akui mengalami kerugian pada kuartal I 2015 karena anjloknya harga minyak mentah dunia dan pembelian stok Bahan Bakar Minyak (BBM) serta minyak mentah yang saat itu dibeli dengan harga yang mahal. Direktur Utama Pertamina, Dwi Sutjipto mengatakan, bahwa kerugian tersebut tidak hanya dirasakan oleh Pertamina, melainkan perusahaan minyak lainnya. "Kalau cerita rugi, Petronas pada kuartal IV 2014 merugi sampai US$ 2 miliar. Artinya, oleh karena itu semua perusahaan minyak pada kuarta IV dan kuartal I pasti mengalami kerugian," katanya, di Lhokseumawe, Senin (9/3). Seperti diketahui, Per Januari 2015 ini, Pertamina mencatat rugi US$ 35 juta atau setara Rp 420 miliar. Ia bilang, kerugian akibat pembelian inventory Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun crude mentah yang dibeli dengan harga mahal dan dijual dengan harga murah.
Awal tahun, Pertamina sudah rugi Rp 240 miliar
LHOKSEUMAWE. PT Pertamina akui mengalami kerugian pada kuartal I 2015 karena anjloknya harga minyak mentah dunia dan pembelian stok Bahan Bakar Minyak (BBM) serta minyak mentah yang saat itu dibeli dengan harga yang mahal. Direktur Utama Pertamina, Dwi Sutjipto mengatakan, bahwa kerugian tersebut tidak hanya dirasakan oleh Pertamina, melainkan perusahaan minyak lainnya. "Kalau cerita rugi, Petronas pada kuartal IV 2014 merugi sampai US$ 2 miliar. Artinya, oleh karena itu semua perusahaan minyak pada kuarta IV dan kuartal I pasti mengalami kerugian," katanya, di Lhokseumawe, Senin (9/3). Seperti diketahui, Per Januari 2015 ini, Pertamina mencatat rugi US$ 35 juta atau setara Rp 420 miliar. Ia bilang, kerugian akibat pembelian inventory Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun crude mentah yang dibeli dengan harga mahal dan dijual dengan harga murah.