Awan mendung bergelayut di lantai bursa



JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini, (27/11). Hal ini disampaikan oleh Edwin Sebayang, Kepala Riset MNC Securities di Jakarta, Rabu (27/11).

Edwin bilang, ada tiga faktor yang memicu pelemahan indeks hari ini. Pertama, indeks Dow Jones yang semalam ditutup nyaris tak bergerak alias flat sebesar +0.26 poin (+0.00%).

Faktor berikutnya adalah, turunnya harga minyak di Nymex sebesar -0.28%, nickel turun -0.66%, timah turun -0.18% & CPO turun -0.3%. "Terakhir, tekanan datang dari rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang sempat menyentuh level Rp 11.800," imbuh Edwin.


Dia memprediksi, IHSG akan bergerak di kisaran 4.203-4.300. Cermati beberapa saham seperti INTP, JSMR, SIMP, INDF, KLBF, MYOR, dan BWPT.

Adhe Mustofa, analis Asjaya Indosurya Securities memiliki prediksi senada. Menurutnya, IHSG hari ini akan melanjutkan pelemahan dengan pergerakan di kisaran 4.205-4.305.

Selain merespon pergerakan bursa global, pergerakan IHSG selama perdagangan nanti juga dipengaruhi oleh sentimen yang datang dari AS seiring dirilisnya data Building Permits yang lebih baik dari ekspektasi.

"Di Eropa juga dirilis data ekonomi seperti CB Consumer Confidence yang lebih buruk dari ekspektasi sebesar 70,4 dimana data sebelumnya sebesar 72,4. Juga dirilisnya data Building Permits lebih baik dari ekspektasi sebesar 1.03M dimana data sebelumnya sebesar 0.93M," tutur Adhe.

Dalam kondisi saat ini, Adhe menyarankan agar investor mencermati saham CMNP, PTBA, dan ISAT.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Asnil Amri