Awas! 5 Kebiasaan Makan Ini Bisa Menyebabkan Rambut Rontok



RAMBUT RONTOK - Rambut rontok sangat menyebalkan dan bisa menurunkan tingkat percaya diri. Selain genetik, pola makan juga bisa menyebabkan rambut rontok.  

Ada banyak faktor yang menyebabkan rambut kepala rontok, di antaranya adalah faktor genetik dan gaya hidup. 

Baca Juga: Bisa Memicu Malnutrisi! Kenali Gejala dan Cara Mengatasi Asam Lambung Rendah


Namun dengan menjaga pola makan yang baik dan asupan vitamin dapat mengurangi potensi risiko rambut rontok. 

Penelitian menunjukkan hubungan antara diet, kekurangan vitamin, dan mineral dengan kerontokan rambut. 

Sebab kebiasaan makan yang buruk berisiko membuat rambut mudah rontok.  

1. Pembatasan kalori 

Jika Anda secara signifikan kurang mengonsumsi kalori secara teratur, rambut rontok mungkin menjadi salah satu efek sampingnya, seperti dikutip dari Eat This. 

Seperti diketahui, kalori berperan penting bagi tubuh, mulai dari gerakan harian dan olahraga, hingga energi yang dibutuhkan untuk menumbuhkan folikel rambut. 

Setiap orang memiliki jumlah kalori dasar yang dibutuhkan dalam sehari untuk memenuhi kebutuhan minimum kita. 

Jika asupan Anda jauh di bawah ini, Anda dapat membahayakan berbagai sistem tubuh. 

Faktanya, diet ketat dan bentuk lain dari pembatasan makan telah didokumentasikan menyebabkan efek samping seperti kerontokan rambut. 

Meskipun hubungan antara konsumsi energi dan kerontokan rambut mungkin tidak sepenuhnya dipahami, kurangnya asupan nutrisi yang diasosiasikan dengan diet rendah kalori mungkin menjadi penyebabnya. 

2. Protein diet yang tak memadai 

Ketika konsumsi kalori terlalu rendah untuk mendukung fungsi dasar dan kebutuhan energi, kemungkinan asupan protein juga terlalu rendah. 

Protein dapat membantu dalam perbaikan, pertumbuhan, dan pemeliharaan jaringan tubuh, termasuk rambut. Ini juga berperan dalam keseimbangan cairan dan pH dalam tubuh. 

Ketika asupan protein diet terlalu rendah untuk mendukung pertumbuhan rambut, ada kemungkinan kualitas rambut berkurang, serta kerontokan rambut lebih mungkin terjadi. 

3. Kekurangan zinc 

Zinc adalah mineral yang membantu lebih dari 100 enzim dalam menjalankan fungsinya. 

Ini memiliki peran dalam mendukung sistem kekebalan tubuh, pembuatan DNA, memperbaiki jaringan, dan membangun protein. 

Dengan fungsi seperti itu, kekurangan zinc dapat muncul dengan sendirinya dalam berbagai cara di dalam tubuh. 

Alopecia, atau rambut rontok, adalah efek samping kekurangan zinc yang diketahui. 

Untungnya, dalam beberapa penelitian, suplemen zinc setelah rambut rontok akibat defisiensi tampaknya membantu pertumbuhan kembali rambut. 

4. Kekurangan zat besi 

Mineral lain dengan banyak fungsi dalam tubuh adalah zat besi. 

Peran yang paling dikenal adalah membantu kesehatan darah dan membantu sel darah merah dalam membawa oksigen ke seluruh tubuh. 

Satu studi tahun 2013 mengamati hubungan antara kekurangan zat besi dan kerontokan rambut menunjukkan, zat besi mungkin memainkan peran yang lebih signifikan dalam pola kerontokan rambut wanita daripada pola kerontokan rambut pria. 

Sementara pria dalam penelitian ini juga mengalami kerontokan rambut, kurang dari 23 persen dari mereka juga memiliki kadar zat besi yang rendah. 

Studi ini mencatat skrining zat besi darah dapat membantu individu yang mengalami kerontokan rambut. 

5. Suplemen berlebihan 

Sementara asupan kalori dan nutrisi yang tidak mencukupi dapat menyebabkan kerontokan rambut, suplementasi yang berlebihan juga dapat menyebabkan kerontokan rambut. 

Mengonsumsi terlalu banyak selenium, vitamin A, dan vitamin E telah dikaitkan dengan kerontokan rambut, serta komplikasi terkait toksisitas lainnya. 

Satu studi yang mencatat efek samping suplementasi berlebihan juga menunjukkan bahwa asupan suplemen nutrisi tidak dianjurkan jika tidak ada kekurangan.

Baca Juga: Segar dan Kaya Vitamin! 5 Infused Water Ini Efektif Menurunkan Berat Badan

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Kebiasaan Makan yang Dapat Menyebabkan Rambut Rontok", 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tri Sulistiowati