Awas e-Meterai Ilegal! Sistem DJP Kini Otomatis Deteksi Nomor Seri Ganda



KONTAN.CO.ID -   Implementasi penuh Core Tax Administration System (Coretax) resmi menutup celah duplikasi e-Meterai di lingkungan korporasi.

Melalui sistem ini, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kini mampu mengidentifikasi penggunaan nomor seri ganda pada dokumen digital secara otomatis dan real-time.

Pengawasan ketat ini bertujuan memberantas praktik "reuse" atau penggunaan satu file e-Meterai untuk banyak dokumen yang merupakan pelanggaran hukum serius. Berdasarkan UU Nomor 10 Tahun 2020, setiap e-Meterai hanya berlaku unik untuk satu dokumen tunggal sebagai bukti pelunasan pajak yang sah.


Perusahaan yang terdeteksi melakukan penggandaan nomor seri akan menghadapi sanksi denda administratif sebesar 100% dari nilai meterai terutang. Beban finansial ini kian berat karena sistem Coretax menerapkan tarif bunga sanksi dinamis yang dihitung per bulan, sehingga berisiko mengganggu arus kas operasional .

Selain kerugian materiil, risiko pidana penjara hingga 7 tahun turut mengintai pihak yang sengaja menggunakan meterai bekas atau palsu. Dalam ranah perdata, dokumen bermeterai ganda juga terancam gugur sebagai alat bukti sah di pengadilan karena tidak akan lolos sistem verifikasi digital pemerintah.

Praktik ilegal tersebut sering kali bersumber dari lemahnya kontrol internal saat staf menduplikasi file PDF bermeterai demi mengejar efisiensi waktu atau anggaran. Guna memitigasi risiko ini, manajemen wajib memastikan pengadaan e-Meterai resmi yang menjamin keunikan nomor seri di setiap pembubuhan.

Optimalisasi kepatuhan pajak kini kian mudah dengan bantuan platform manajemen dokumen seperti Mekari Sign. Melalui dashboard pemantauan kuota secara transparan, tim audit perusahaan dapat mendeteksi anomali penggunaan sejak awal untuk memastikan integritas administrasi tetap terjaga.

Kepatuhan administrasi di era digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk melindungi reputasi dan stabilitas bisnis. Memastikan validitas e-Meterai sejak awal jauh lebih efisien dibandingkan harus menghadapi risiko audit sistemik yang semakin tanpa celah di masa depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News