KONTAN.CO.ID - JAKARTA. OCD atau gangguan obsesif kompulsif adalah perilaku berulang yang disebabkan oleh pikiran yang berlebihan. Selama masa pandemi virus corona, kondisi itu semakin parah dirasakan oleh anak-anak dan remaja. Mengutip dari Hindustan Times, penelitian terkait OCD dan pandemi dilakukan oleh para peneliti dari Aarhus University di Denmark. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Psychiatry itu melibatkan dua kelompok anak-anak dan remaja usia 7-21 tahun. Hampir setengah anak-anak dan remaja di kelompok pertama mengalami gejala OCD yang semakin parah. Sedangkan, 1/3 dari mereka mengatakan kecemasannya yang semakin parah dan 1/3 partisipan mengalami gejala depresif yang lebih buruk.
Di grup lainnya, kondisi 73% partisipan memburuk dan 43% partisipan dengan gejala depresif bertambah. Judith Nissen, asisten penulis penelitian Aarhus University, menyatakan, pengujian penting dilakukan untuk melihat dampak pandemi virus corona terhadap ekspresi, frekuensi, dan perkembangan OCD.