KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anda penggemar film Star Wars? Sebaiknya berhati-hati. Pelaku kejahatan siber acapkali memanfaatkan film-film populer sebagai umpan untuk mendistribusikan malware. Antusiasme masyarakat pada film Star Wars: The Rise of Skywalker, yang sedang tayang di bioskop menarik perhatian para pelaku kejahatan siber. Peneliti Kaspersky menemukan lebih dari 30 situs web palsu dan profil media sosial yang menyamar sebagai akun film resmi. Domain situs web untuk mengumpulkan data pribadi dan menyebarkan file berbahaya biasanya menyalin nama resmi film dan memberikan deskripsi menyeluruh serta konten pendukung lainn. Sehingga memperdaya pengguna untuk meyakini bahwa situs web tersebut berhubungan dengan film resmi. Praktik semacam itu disebut Black SEO, yang memungkinkan para pelaku kejahatan siber mempromosikan situs-situs phishing dan menempatkannya paling atas dalam hasil mesin pencari Agar lebih mendukung promosi situs web palsu, pelaku kejahatan siber juga mengatur Twitter dan akun media sosial lain, tempat mereka mendistribusikan tautan ke konten.
Awas, serangan phishing dan malware saat sekuel terakhir Star Wars tayang di bioskop
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anda penggemar film Star Wars? Sebaiknya berhati-hati. Pelaku kejahatan siber acapkali memanfaatkan film-film populer sebagai umpan untuk mendistribusikan malware. Antusiasme masyarakat pada film Star Wars: The Rise of Skywalker, yang sedang tayang di bioskop menarik perhatian para pelaku kejahatan siber. Peneliti Kaspersky menemukan lebih dari 30 situs web palsu dan profil media sosial yang menyamar sebagai akun film resmi. Domain situs web untuk mengumpulkan data pribadi dan menyebarkan file berbahaya biasanya menyalin nama resmi film dan memberikan deskripsi menyeluruh serta konten pendukung lainn. Sehingga memperdaya pengguna untuk meyakini bahwa situs web tersebut berhubungan dengan film resmi. Praktik semacam itu disebut Black SEO, yang memungkinkan para pelaku kejahatan siber mempromosikan situs-situs phishing dan menempatkannya paling atas dalam hasil mesin pencari Agar lebih mendukung promosi situs web palsu, pelaku kejahatan siber juga mengatur Twitter dan akun media sosial lain, tempat mereka mendistribusikan tautan ke konten.