Jakarta. Orangtua diminta untuk mengontrol kebiasaan anak remaja mereka dalam mendengarkan musik, baik itu saat menonton konser, menghadiri pesta, termasuk penggunaan gadget atau alat yang bisa berfungsi sebagai pemutar musik lainnya. Sebuah studi baru melaporkan, lebih dari seperempat remaja yang terpapar musik keras, baik melalui earphone atau perangkat musik, dilaporkan mengalami kerusakan pendengaran awal. Sehingga, mengajarkan anak untuk mendengarkan musik secara wajar, bisa menjadi langkah awal pencegahan. Menurut Foxnews, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports tersebut fokus pada risiko terjadinya tinnitus atau suara mendengung di telinga, yang dialami oleh siswa usia 11 sampai 17 tahun. Kelompok siswa yang menjadi responden berjumlah 170 remaja sekolah di Sao Paulo, Brasil.
Awas, volume terlalu tinggi percepat telinga rusak
Jakarta. Orangtua diminta untuk mengontrol kebiasaan anak remaja mereka dalam mendengarkan musik, baik itu saat menonton konser, menghadiri pesta, termasuk penggunaan gadget atau alat yang bisa berfungsi sebagai pemutar musik lainnya. Sebuah studi baru melaporkan, lebih dari seperempat remaja yang terpapar musik keras, baik melalui earphone atau perangkat musik, dilaporkan mengalami kerusakan pendengaran awal. Sehingga, mengajarkan anak untuk mendengarkan musik secara wajar, bisa menjadi langkah awal pencegahan. Menurut Foxnews, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports tersebut fokus pada risiko terjadinya tinnitus atau suara mendengung di telinga, yang dialami oleh siswa usia 11 sampai 17 tahun. Kelompok siswa yang menjadi responden berjumlah 170 remaja sekolah di Sao Paulo, Brasil.