KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT AXA Mandiri Financial Service atau AXA Mandiri memandang penurunan jumlah kelas menengah di Indonesia berpotensi memengaruhi pasar asuransi jiwa. Sebelumnya, Mandiri Institute mencatat jumlah kelas menengah Indonesia kembali menurun pada 2025 menjadi 46,7 juta orang dari yang sebelumnya 47,9 juta orang pada 2024. Menurut Chief Customer, Marketing, & Product Officer AXA Mandiri, Theodores Tangke kondisi tersebut justru membuka ruang bagi industri asuransi untuk menunjukkan nilai proteksi sebagai instrumen ketahanan finansial masyarakat.
"Fenomena ini sedikit banyak berimplikasi pada industri asuransi jiwa, mengingat saat ini segmen tersebut menjadi salah satu segmen utama asuransi jiwa," tuturnya kepada Kontan, Senin (11/5/2026).
Baca Juga: AXA Mandiri Sebut Bisnis Asuransi Kesehatan Masih Berpotensi Tumbuh pada 2026 Ia menilai, asuransi kesehatan masih menjadi prioritas utama masyarakat kelas menengah. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, terjadi perubahan kebutuhan konsumen dari produk premium menuju produk proteksi dasar, mikro, dan digital. Di sisi lain, produk dengan fitur tambahan seperti manfaat pengembalian premi juga kian diminati karena menawarkan perlindungan sekaligus kepastian finansial. Selain itu, konsumen kelas menengah juga cenderung lebih selektif serta mencari produk yang sederhana, relevan, dan mampu menjawab kebutuhan spesifik, termasuk perlindungan penyakit kritis. Namun, menurut Theodores, konsumen tidak semata mencari produk dengan harga murah. “Konsumen mencari produk yang relevan, berkualitas, memberikan nilai tambah, serta memberi rasa aman,” ujarnya. Untuk menangkap peluang di segmen tersebut, Theodores menyebut perusahaan akan fokus menghadirkan produk perlindungan dasar serta produk tradisional dengan manfaat pengembalian premi yang disesuaikan dengan kebutuhan kelas menengah.
Baca Juga: Strategi Axa Mandiri Kelola Portofolio Investasi di Tengah Stabilitas Suku Bunga Sementara itu, distribusi produk akan diperkuat pemasarannya melalui kanal digital, termasuk aplikasi Livin’ by Mandiri. Selain itu, perusahaan akan terus menggelar program edukasi dan literasi keuangan guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya perlindungan dan perencanaan finansial. Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan perusahaan, AXA Mandiri berhasil mencatat kenaikan pendapatan premi bruto dari yang sebelumnya Rp421,6 miliar pada Maret 2025 menjadi Rp495 miliar pada Maret 2026. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News