AXA Mandiri: Kinerja Unitlink Pendapatan Tetap dan Pasar Uang Bisa Lebih Konsisten



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) memproyeksikan unitlink berbasis pendapatan tetap dan pasar uang memiliki peluang untuk mencatatkan kinerja yang lebih konsisten hingga akhir tahun ini.

Secara rinci, Chief Investment Officer AXA Mandiri Erika Marthalina mengatakan dalam kondisi suku bunga acuan yang cenderung stabil setelah naik pada periode lalu, unitlink berbasis pendapatan tetap berpotensi mencatatkan kinerja yang relatif positif. Asal tahu saja, suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate naik 100 basis poin sepanjang tahun ini dan kini ditahan di level 5,75%.

"Sebab, instrumen obligasi umumnya memperoleh manfaat dari pendapatan bunga," ucapnya kepada Kontan, Rabu (2/9/2026).


Baca Juga: Nilai Imbal Jasa Penjaminan Terus Tumbuh, Ini Kata Asippindo

Erika menerangkan kelas aset pendapatan tetap juga berpotensi menawarkan keseimbangan antara potensi imbal hasil dan tingkat volatilitas yang lebih terukur.

Lebih lanjut, Erika menyampaikan unitlink berbasis pasar uang diperkirakan tetap memberikan kinerja yang stabil, meskipun potensi return umumnya lebih moderat dibandingkan kelas aset lainnya. Dia bilang produk tersebut biasanya menjadi pilihan bagi nasabah yang mengutamakan likuiditas dan tingkat risiko yang lebih rendah.

Sementara itu, Erika mengatakan prospek unitlink campuran dan dana saham berpotensi memberikan return yang lebih tinggi, tetapi tingkat volatilitasnya juga lebih besar. 

Untuk unitlink berbasis saham, dia menjelaskan potensi return tetap menarik dalam jangka panjang. Hal itu didukung dengan valuasi yang sudah murah dan utamanya apabila didukung juga oleh perbaikan sentimen pasar, kondisi ekonomi, dan pertumbuhan laba emiten. 

"Namun, kelas aset tersebut juga memiliki volatilitas yang lebih tinggi, sehingga kinerjanya dapat berfluktuasi mengikuti dinamika pasar," tuturnya.

Baca Juga: OJK: Produk Asuransi Kesehatan Perlu Penuhi Ketentuan Fitur Tanpa Pembagian Risiko

Erika menambahkan unitlink berbasis campuran berpotensi menjadi alternatif yang menarik. Sebab, produk jenis itu memiliki fleksibilitas dalam mengalokasikan investasi pada saham, obligasi, dan instrumen pasar uang. 

"Dengan diversifikasi yang lebih baik, dana campuran dapat membantu mengelola risiko, sekaligus menangkap peluang dari berbagai kondisi pasar," ungkapnya.

Meski demikian, Erika mengatakan prospek kinerja masing-masing jenis unitlink hingga akhir tahun akan sangat bergantung pada perkembangan kondisi pasar dan ekonomi. Oleh karena itu, AXA Mandiri melihat setiap kelas aset memiliki peluang yang berbeda sesuai dengan karakteristik risikonya.

"Kami tetap menyarankan nasabah untuk memilih jenis investasi sesuai tujuan keuangan, profil risiko, dan horizon investasi masing-masing," kata Erika.

Baca Juga: OJK Catat Rasio Beban Klaim Neto Asuransi Jiwa Konvensional 72,95% per Juni 2026

Hingga Juni 2026, pendapatan premi AXA Mandiri dari produk unitlink sebesar Rp 2,3 triliun. Nilainya bertumbuh sebesar 16%, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 2 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News